Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes

Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 5 menit lalu

MerahPutih.com - Memilih makanan dan minuman tidak cukup hanya mempertimbangkan rasa dan harga. Kandungan nutrisi di dalamnya juga perlu diperhatikan, terutama karena konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes.

Untuk membantu masyarakat mengenali kandungan gizi suatu produk, sistem pelabelan Nutri-Level mulai diperkenalkan sebagai panduan dalam menentukan pilihan konsumsi. Melalui kategori huruf dan warna, konsumen diharapkan dapat lebih mudah memahami kandungan nutrisi makanan maupun minuman sebelum membelinya.

Mengenal Empat Kategori dalam Nutri-Level


Nutri-Level merupakan sistem pengelompokan pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak. Sistem ini terdiri atas empat tingkatan, yaitu Level A, B, C, dan D, yang masing-masing ditandai dengan warna berbeda.

Level A menggunakan warna hijau tua untuk menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah. Selanjutnya, Level B ditandai warna hijau muda, Level C berwarna kuning, sedangkan Level D menggunakan warna merah yang menunjukkan perlunya pembatasan konsumsi.

Pengelompokan tersebut memberikan gambaran praktis mengenai kandungan gizi suatu produk. Dengan demikian, konsumen dapat membandingkan beberapa pilihan tanpa harus selalu mengandalkan pemahaman terhadap tabel informasi nilai gizi yang terkadang sulit dibaca.

Meski begitu, Nutri-Level bukan penanda mutlak bahwa suatu produk sepenuhnya sehat atau tidak sehat. Label ini berfungsi sebagai panduan untuk membantu masyarakat membandingkan kandungan gizi dan menentukan pilihan sesuai kebutuhan.

Karena itu, konsumen tetap perlu membaca informasi komposisi dan memperhatikan jumlah asupan secara keseluruhan. Label Nutri-Level juga tidak menggantikan pentingnya menerapkan pola makan seimbang.

Baca juga:

Manfaat Biji Chia: Nutrisi Unggul untuk Kesehatan

Penerapan Nutri-Level dan Upaya Pencegahan Diabetes

Di Indonesia, penerapan Nutri-Level berkaitan dengan kebijakan pelabelan pangan olahan kemasan oleh BPOM serta pangan olahan siap saji oleh Kementerian Kesehatan.

Pada minuman kemasan, penilaian dilakukan berdasarkan kandungan gula, natrium, dan lemak total per 100 mililiter. Sementara itu, ketentuan untuk minuman siap saji menggunakan parameter gula, garam, dan lemak jenuh.

Kehadiran sistem pelabelan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat. Hal ini penting dalam pencegahan diabetes karena konsumsi gula berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2, terutama jika disertai pola hidup kurang aktif.

Pentingnya upaya pencegahan tersebut terlihat dari angka diabetes di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada kelompok usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen.

Sementara itu, menurut IDF Diabetes Atlas 2025, jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai 20,4 juta orang pada 2024.

Angka tersebut menunjukkan bahwa diabetes menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian lintas kelompok usia, termasuk masyarakat usia produktif dan generasi muda. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tepat.

Baca juga:

Dokter Tekankan Pentingnya Nutrisi Seimbang dan Susu Khusus bagi Ibu Hamil di Indonesia

Kalbe Perkuat Upaya Pencegahan melalui Deteksi Dini dan Nutrisi

Sejalan dengan meningkatnya kesadaran menjaga kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) turut memperkuat upaya pencegahan diabetes melalui pendekatan menyeluruh.

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mencakup deteksi dini, terapi obat dan insulin, pemenuhan nutrisi yang tepat, hingga pengembangan inovasi pemeriksaan kesehatan berbasis genetik yang lebih personal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Media Discussion Diabetes Total Solution (DTS) bertajuk "Kalbe Dukung Pencegahan Diabetes melalui Deteksi Dini, Nutrisi Tepat Hingga Solusi Kesehatan Personal".

Dalam diskusi tersebut, Kalbe menyoroti pentingnya penanganan diabetes melalui berbagai aspek yang saling berkaitan. Kesadaran masyarakat untuk mengenali faktor risiko, memperhatikan asupan sehari-hari, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dalam mencegah perkembangan penyakit.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menegaskan bahwa deteksi dini merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian diabetes.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika komplikasi mulai muncul. Padahal, risiko komplikasi dapat ditekan apabila faktor risiko dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti melalui perubahan gaya hidup yang sesuai.

Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun intervensi dapat dilakukan secara lebih optimal,

Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.

Ia menambahkan, penguatan aspek promotif dan preventif menjadi salah satu fokus penting dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin diharapkan dapat membantu menekan risiko komplikasi diabetes sekaligus menjaga kualitas hidup.

Pada akhirnya, pencegahan diabetes perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya perhatian ketika gangguan kesehatan mulai muncul. Memahami informasi gizi seperti Nutri-Level, mengatur pola makan, menjaga aktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih sehat. (Far)

Baca Artikel Asli