MerahPutih.com - DPD Partai Demokrat DKI Jakarta bersikeras mendorong Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono sebagai kandidat calon gubernur (Cagub) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta.
DPD Demokrat menilai Pj Heru bisa mengikuti jejak mantan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo (Foke).
"Foke kan birokrat tulen, yang kita perlukan yang seperti itu," ujar Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/7).
Mujiyono tak menyalahkan Heru yang belakangan ini tampak memberikan respon negatif. Pasalnya, saat ini Heru masih berstatus sebagai PNS.
"Gimana mau bilang tertarik, kalau masih terikat sebagai PNS. kalau yang saya calonin bukan PNS, mungkin langsung (tertarik)," terangnya.
Baca juga:
Pj Heru Sebut Banyak Kandidat Bagus di Pilkada Jakarta Dibandingkan Dirinya
Ia juga menegaskan pengusungan Heru tidak dilakukan secara sembarangan. Pihaknya juga telah menyerahkan nama Heru itu kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
"Ngga mungkin saya asal ngomong doang. Yang pasti, beliau masuk di dalam kriteria yang kami harapkan," papar dia.
Mujiyono mengungkapkan, dipilihnya Heru ini, lantaran pihaknya memandang Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) ini tak menjadikan Jakarta menjadi panggung politik berikutnya di 2029.
"Bukan yang menjadikan Jakarta sebagai panggung politik untuk Pilpres 2029. Jadi biar fokus," tutupnya.
Baca juga:
Namanya Diusulkan Demokrat di Pilkada Jakarta, Pj Heru Ngaku enggak Mau Terjun ke Politik
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono telah menyiapkan sejumlah nama kandidat calon gubernur (Cagub) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Selain kader internal seperti Jansen Sitindaon dan dirinya, Partai Demokrat juga mempertimbangkan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono untuk diusung dalam Pilkada Jakarta 2024.
"Kalau ditanya yang fokus (mengurus Jakarta) siapa, itu yang keliatan sekarang adalah PJ Gubernur Heru. Yaa bisa saja (Demokrat mengusung Heru Budi Hartono), itu kan bagian dari usulan. Gubernurnya yang ini (Heru Budi) , wakil gubernurnya yang ini (Jansen) kan bisa saja. Penjajakan akan kita lakukan," ujar Mujiyono di gedung DPRD DKI Jakarta, Jum'at (28/6).
Menurutnya, Pj Heru masuk ke radar DPD Demokrat DKI karena ada unsur Jawa. Dia menilai, penduduk Jakarta lebih didominasi suku Jawa yang berpotensi untuk memenangkan kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Terlebih, jelasnya, Heru Budi Hartono menorehkan banyak prestasi yang tidak diungkap media.
"Dia adalah birokrat yang berorientasi kepada hasil. Pernah nggak Heru nyiarin prestasinya di media? Nggak kan, selow saja dia. Padahal banyak banget prestasinya, salah satunya tingkat inflasi DKI Jakarta yang jauh lebih rendah dibanding nasional. Saya punya list prestasi beliau yang tidak siar," katanya.
Baca juga:
Disdukcapil Pastikan Warga Berusia 17 Tahun Bisa Nyoblos di Pilkada Jakarta
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta itu menegaskan, dukungan suku Jawa untuk Pilkada Jakarta 2024 sangat realistis, bukan rasis atau politik identitas. Sebab, ungkapnya, politik tidak ada yang idealis, semua akan bermuara pada kekuasaan.
"Untuk merebut kekuasaan lakukan dengan cara-cara yang baik kan gitu. Maping dan seterusnya, kita sama-sama tahu Jakarta ini kota global, Jakarta ini adalah kota di mana kemajemukan terjadi, seluruh suku bangsa ada di sini tanpa tentunya melupakan kawan-kawan kita Betawi asli, pewaris asli Jakarta adalah Betawi. Tapi kalau untuk kemajuan Jakarta suku-suku lain adalah kekuatan," jelasnya. (Asp)