Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Masyarakat Jawa Tengah Merasakan Kegagalan Pengelolaan Ekonomi Era Jokowi

Angga Yudha Pratama - Senin, 25 Maret 2019

Merahputih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menilai ada migrasi suara dari pasangan calon presiden Nomor urut 01, Jokowi-Ma-ruf Amin ke pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi karena kurang inovatifnya program petahana selama ini.

"Yakin dan seyakin yakinya dong pasti kami akan lebih banyak mengaet undecided voter malah bukan cuma undecided voter (pemilih belum menenetukan) ya. Yang kami gaet selama ini dengan kunjungan Prabowo-Sandi tapi Joko Widodo Voter sudah hampir 30 persen sekarang ada dibarisan Prabowo Sandi ya," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/3).

Arief melanjutkan, khusus kantong-kantong suara Joko Widodo seperti Jawa Tengah bahkan sudah berimbang antara Prabowo dan Joko Widodo. Ia menilai, masyarakat di Jawa Tengah sudah merasakan kegagalan pengelolaan ekonomi di era Joko Widodo yang berimbas banyak pengangguran.

"Anak putus sekolah, Meningkatnya TKI Wanita dari Jateng ke luar negeri dan daya beli masyarakat menurun drastis," ungkap Arief.

Jokowi-Ma'ruf. Foto: ANTARA

Salah satu cara meningkatkan suara yang saat ini dioptimalkan adalah dengan kampanye akbar. Arief yakin, masyarakat akan datang berduyun duyun tanpa perlu dibayar.

"Masyarakat akan berswadaya sendiri untuk keperluan atribut kampanye dan transportasi. Hal ini terbuktikan setiap kunjungan Prabowo-Sandi di daerah yang memancing antusias ratusan ribu masyarakat untuk hadir," terang Arief.

Arief mengklaim, tidak ada strategi khusus terutama dalam mengeluarkan uang banyak demi meraup suara.

"Sudah saya sampaikan, Tim pemenangan Prabowo-Sandi yang tidak terdaftar di KPU itu kebanyakan masyarakat atas, menengah dan kecil misalnya buruh, tukang bakso, pedagang pecel lele, supir, pedagang nasi goreng, petani, pemilik warung makan dan lainnya ya," tutup Arief. (Knu)

Baca Artikel Asli