Merahputih.com - Ambisi Inter Milan memboyong gelandang berbakat Como, Nico Paz, berantakan. Manuver bawah tanah manajemen Nerazzurri justru memicu perang terbuka, mengubah persahabatan lama menjadi kemarahan besar pihak Como.
Baca juga:
Nico Pas Disebut Cocok dengan Skema 4-2-3-1 ala Mourinho, Real Madrid Segera Pulangkan Striker Como
Laporan harian olahraga Tuttosport mengungkapkan taktik rahasia Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti, mendekati sang pemain secara personal. Langkah sepihak memanfaatkan jalur kekeluargaan tersebut menyulut api kemarahan pelatih Como, Cesc Fabregas.
“Pendekatan interpersonal itu membuat pihak Como berang,”
tulis laporan Tuttosport menganalisis dinamika transfer musim ini.
Dukungan Finansial Tanpa Batas Milik Como
Como bergerak cepat memagari aset berharga milik tim dari cengkeraman rival. Klub kepunyaan pengusaha Indonesia ini siap melunasi tuntutan finansial demi mempermanenkan status sang gelandang serang.
Pada saat bersamaan, raksasa Spanyol Real Madrid tetap mengamankan hak kendali masa depan sang pemain lewat klausul khusus.

Data lengkap rincian finansial serta klausul transfer Nico Paz:
- Dana Tebusan Como: Menyiapkan dana 60 juta Euro atau setara Rp1.056.000.000.000 (Rp1,05 triliun) sebelum tenggat waktu 30 Juni.
- Klausul Pembelian Kembali: Real Madrid mempertahankan hak beli balik senilai 80 juta Euro atau setara Rp1.408.000.000.000 (Rp1,41 triliun) musim depan.
- Pemicu Keretakan Hubungan: Pendekatan sepihak Javier Zanetti melalui pertemanan karib dengan ayah sang pemain, Pablo Paz.
Pergeseran Kekuatan Finansial Era Modern
Kegagalan mengamankan tanda tangan Nico Paz mempertegas fenomena baru dalam peta persaingan sepak bola Italia.
Tim papan tengah kini memiliki stabilitas ekonomi kuat guna menangkis godaan tim tradisional sekelas Inter Milan.
Kehadiran figur Cesc Fabregas serta sokongan dana melimpah pemilik asal Indonesia terbukti ampuh mempertahankan pemain bintang.
Baca juga:
Kondisi ini memperparah situasi internal Inter Milan setelah sebelumnya gagal mendatangkan bek sayap Atalanta, Marco Palestra.
Atalanta lebih memilih melepas Palestra ke Chelsea demi keuntungan jutaan Euro, mengabaikan kedekatan historis dengan Nerazzurri.
Rentetan kegagalan beruntun ini merusak rencana strategis tim kepelatihan dalam mencari suksesor ideal Denzel Dumfries.