MerahPutih.com - Inter Milan semakin yakin dapat merekrut Curtis Jones. Gelandang Liverpool tersebut kini makin dekat pindah ke San Siro.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, kini muncul keyakinan di dalam klub bahwa kesepakatan tersebut dapat terwujud, dengan angka sekitar 35 juta euro (Rp 724 miliar) yang diperkirakan cukup untuk merampungkan transfer ini.
Jones telah menjadi target utama Cristian Chivu sejak Mei 2026, meskipun sempat ada berbagai kendala dalam pembicaraan dengan Liverpool, yang sebelumnya menolak pendekatan Inter pada Januari 2026, kini suasana telah berubah menjadi lebih optimistis.
Penjualan Davide Frattesi Jadi Kunci Transfer Curtis Jones
Namun, langkah penentu belum diambil. Sebab, Inter harus melepas Davide Frattesi terlebih dahulu. Pemain timnas Italia itu sedang dalam tahap negosiasi untuk pindah ke Lazio, meskipun kedua klub belum menyepakati ketentuan peminjamannya.2
Begitu kepindahan tersebut dipastikan, Nerazzurri berniat kembali mengupayakan perekrutan Jones dan diperkirakan akan mengajukan penawaran kepada Liverpool dalam waktu dekat.
Upaya ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas sibuk klub, yang juga telah mengajukan tawaran sebesar 30 juta euro (Rp 621 miliar) untuk Djed Spence dari Tottenham, dalam upaya mencari pengganti Denzel Dumfries.
Menurut La Gazzetta dello Sport, gagasan Ruben Amorim adalah menempatkan Rabiot dan Christian Pulisic dalam peran trequartista pendukung di belakang penyerang tengah.
Hal ini bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Rabiot, yang pernah mengemban peran serupa di bawah asuhan Roberto De Zerbi saat ia bermain untuk Olympique Marseille.
Liverpool Belum Mau Lepas Curtis Jones ke Inter Milan
Sementara itu, Liverpool tidak dalam posisi mendesak untuk menjual sang pemain. Pelatih baru The Reds, Andoni Iraola, telah menegaskan bahwa ia sangat menghargai kemampuan Jones dan dengan senang hati akan mempertahankannya.
Pihak The Reds pun mematok harga pemain 25 tahun itu di angka mendekati 40 juta euro (Rp 828 miliar).
Namun, mengingat sang gelandang telah memasuki tahun terakhir kontraknya, serta adanya risiko kehilangan dia secara cuma-cuma pada 2027.
Lalu, kesenjangan penilaian antara kedua klub mungkin akan lebih mudah dijembatani seiring semakin dekatnya penutupan bursa transfer. (sof)