MerahPutih.com - Kepolisian menyiapkan program Mudik Balik Gratis Presisi 2026 sebagai bagian dari rangkaian Operasi Ketupat 2026.
Program ini untuk menciptakan perjalanan arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan program tersebut bertujuan menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
"Program Mudik Balik Gratis Presisi 2026 ini kami siapkan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas pada periode arus balik Lebaran," kata Irjen Agus dalam keterangannya dikutip, Senin (16/3).
Baca juga:
23.259 Pemudik Berangkat Dengan Kereta Jarak Jauh Dari Stasiun Pasar Senen di H-5 Lebaran
Program ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor maupun kendaraan pribadi yang berpotensi menambah kepadatan di jalur arus balik.
"Melalui fasilitas transportasi gratis ini, masyarakat diharapkan dapat kembali ke kota tujuan dengan lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Program Mudik Balik Gratis Presisi 2026 menyasar sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya pekerja sektor nonformal, buruh pabrik, perantau berpenghasilan rendah, pengemudi ojek online beserta keluarganya, serta mahasiswa.
Untuk mengikuti program ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara online melalui website, aplikasi, maupun formulir digital yang disiapkan.
Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan secara langsung di kantor Polda, Polres, maupun pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersedia selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Pada hari keberangkatan, peserta diwajibkan hadir minimal tiga jam sebelum jadwal perjalanan untuk melakukan registrasi ulang dan pemeriksaan identitas.
Selanjutnya peserta akan melakukan proses boarding sesuai nomor bus dan mengikuti briefing keselamatan sebelum perjalanan dimulai.
Program Mudik Balik Gratis Presisi 2026 menggunakan moda transportasi bus dengan kapasitas sekitar 50 penumpang.
Rute perjalanan difokuskan pada jalur prioritas arus balik yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing Polda.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat 2026.