MerahPutih.com - Singapura menawarkan pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk menghidupkan pembangkit listrik di sejumlah wilayah terpencil sekitar Sumatera dan Gorontalo.
"Tadi Singapura menawarkan LNG untuk listrik di tujuh tempat di Indonesia bagian barat, dari Nias, Lhouksemawe, Riau dan lainnya," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Selasa (15/8).
Luhut menuturkan, LNG itu nantinya akan disalurkan dengan fasilitas yang dapat digerakkkan ke lokasi-lokasi tujuan dengan terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi) atau lazim disebut Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).
"Mereka yang bangun, jadi nanti (mereka) investasi juga di situ. Total nanti semua hampir 500 MW tapi itu kecil-kecil untuk pulau-pulau, ada yang 25 MW, ada yang 50 MW, termasuk 100 MW di Gorontalo," kata dia.
Tawaran dari Singapura tersebut merupakan upaya tindak lanjut rencana peningkatan kerja sama sektor energi antara kedua negara yang disampaikan akhir April lalu.
Menurut Luhut, kerja sama dengan Singapura mempunyai potensi yang bagus lantaran nantinya harga gasnya akan jauh lebih murah, yakni di kisaran 3,8 dolar AS per MMBTU.
Dengan demikian, gas dari luar negeri dapat masuk ke Indonesia sesuai aturan bahwa harganya tidak lebih dari 14,5 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
"Jadi, ini bentuknya swap (menukar) dengan gas kita. Sekarang sedang dilihat perundang-undangannya," tandasnya. (*)
Sumber: ANTARA