Loyal ke Rizieq Shihab dan Alumni 212, Prabowo Perlahan Ditinggalkan Pendukungnya
Sabtu, 27 April 2019 -
Merahputih.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai, Prabowo-Sandi perlahan sudah ditinggalkan oleh pendukungnya.
Petrus mencontohkan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan organisasi buruh pimpinan Said Iqbal kini sudah melunak.
"Prabowo Subianto mulai menuai penurunan dukungan dari kelompok Parpol yang semula menjadi Koalisi dalam BPN bahkan organisasi buruh seperti KSPSI pimpinan Said Iqbalpun sebagai ormas buruh yang setia mendukungnya, malah hari ini sudah bertemu dengan Capres Jokowi," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (27/4).
Petrus menganggap, sikap meninggalkan Prabowo Subianto sekaligus mendeligitimasi klaim kemenangannya yang semakin hari semakin tidak populer.
Pertanyaannya, lanjut Petrus, apa yang mendasari sikap keras Prabowo Subianto yang ingin tetap menjadi Presiden di diluar sistem.
"Bisa saja karena yang masih setia mendukung Prabowo Subianto adalah masa kelompok dari para mantan HTI, FPI dan sebagian masa Partai Bulan Bintang pimpinan Yusril Ihza Mahendra yang tidak sejalan dengan sikap Yusril mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin," imbuh Petrus.
Sikap poltik Prabowo Subianto mendeklarasikan kemenangannya sebagai Capres 2019 dan menolak hasil pemilu yang sedang dihitung dan akan diputuskan oleh KPU, mengidikasikan bahwa Prabowo Subianto hanya loyal kepada pesan Rizieq Shihab yang bukan siapa-siapa dalam struktur Partai Koalisi maupun dalam struktur Badan Pemenangan Nasional/BPN Prabowo-Sandi.
Buktinya, jelas Petrus, sikap ngotot Prabowo Subianto yang terus menerus mendeklarasikan diri sebagai Presiden terpilih bersama Wakilnya Sandiaga Uno, pada pemilu 2019, mendapat dukungan dari Rizieq Shihab.
Bahkan apa yang dikumandangkan Rizieq Shihab agar Prabowo Subianto terus menerus menggelar syukuran kemenangan di sejumlah tempat, meski dengan jumlah peserta yang semakin berkurang.
"Ini kenandakan bahwa Prabowo Subianto mulai kehilangan legitimasi dan kredibilitasnya di mata rakyat," ungkapnya.
Hilangnya legitimasi atas klaim kemenangan sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pemilu 2019, oleh karena hasil Quick Count semua Lembaga Survei yang kredibel mengunggulkan kemenangan untuk Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, dengan selisih angka kemenangan sebesar 10%.
Namun pada saat yang sama Sandiaga Uno menolak deklarasi kemenangan memilih mengakui hasil Quick Count sambil menunggu hasil perhitungan Real Count dari KPU yang sedang berjalan.
Jika mengikuti perkembangan dinamika berita di medsos tentang perilaku Prabowo Subianto dan Rizieq Shihab, sikap Prabowo Subianto dinilai linear dengan permintaan Rizieq Shihab melalui rekaman videonya agar tetap mempertahankan kemenangannya dan menolak dialog dengan kubu 01. Kecuali kalau kubu 01 mengakui klaim kemenangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Ini berarti baik Prabowo Subianto maupun Rizieq Shihab tidak lagi punya sikap untuk loyal kepada bangsa dan NKRI dan tidak menjunjung tinggi prinsip-prinsip negara hukum yang seharusnya ditaati oleh setiap warga negara Indonesia dimanapun dia berada," terang Petrus. (Knu)