MERAHPUTIH.COM - JAKARTA Fashion Week (JFW) dan Korea Creative Content Agency (Kocca) membuka pintu peluang yang lebih luas untuk pelaku industri fesyen memanfaatkan K-drama untuk promosi koleksi baju.
"Ini hasil kami menantang diri ya. Kami coba untuk memanfaatkan drama Descendants of the Sun versi Indonesia untuk kolaborasi antara Indonesia dan Korea. Kami mengundang pemeran utamanya, Dian Sastro, Eva Celia, hingga Yoshi, bergabung berjalan di runway juga di panggung dan mereka akan menggunakan koleksi dari jenama Kimoui dan Valoren," kata Regional Director Kocca Indonesia, Shin Hwa-beom di Konferensi Pers KOCCA x JFW 10th Anniversary, Cityhall PIM 3, Minggu (1/11).
Hwa-beom mengatakan sangat senang karena kolaborasi kreatif Indonesia dan Korsel bisa bertahan hingga satu dekade lamanya. Ia merasa masih banyak ide yang bisa dieksplorasi menciptakan gebrakan baru dan pertukaran kebudayaan. Adopsi serial ini menjadi jadi langkah paling anyar bagi kedua belah pihak.
"Jadi kesempatan yang bagus ini kami gunakan untuk bertukar pikiran, pendapat, dan sharing. Kira-kira apa yang bisa kita sharing antara brand Indonesia dan Korea. Ini menjadi suatu poin penting nih untuk menjaga hubungan kita di masa," katanya.
Baca juga:
Ekspresi Duka Laut dalam Koleksi ‘Larung’ dari Sejauh Mata Memandang di Jakarta Fashion Week 2026
Hwa-beom merasa selama ini pemanfaatan program runway sudah sering mereka lakukan dengan Indonesia. salah satu konsep tersebut termanifestasi dalam kegiatan Fashion Code.
"Selain desainer Korea Selatan menggelar fashion show di Indonesia, kami juga mengajak brand Indonesia melakukan fashion show di Korsel lewat Fashion Code yang diselenggarakan Kokka Pusat," katanya.
Cara kolaborasi anyar ini diapresiasi Chairman Jakarta Fashion Week (JFW) Svida Alisjahbana. Dia mengatakan langkah Kokka sebagai patner sangat luar biasa mengiringi perjalanan JFW sejak awal, apalagi sekarang dengan memadukan budaya pop K-drama dengan fesyen yang tujuannya sama yakni menebarkan budaya.
"Itu bentuk ekspresi budaya," katanya.
Svida mengatakan kolaborasi Indonesia dan Korsel ini membuka pertukaran pengalaman sekaligus akses pasar.
"Kami, desainer Indonesia, hadir di Fashion Code dapat bertemu buyers dan show. Sementara itu, di Jakarta, kami menghubungkan para desainer dengan buyers di Kota Jakarta seperti Masari, Galeries Lafayette, dan sebagainya. Saya tahu dari perjalanan ini beberapa bahkan koleksinya sudah ada di Jakarta," katanya.(Tka)
Baca juga:
Jakarta Fashion Week 2026: Merayakan Warisan Gaya dan Regenerasi Desainer Tanah Air