MerahPutih.com - Insiden ledakan yang disertai kebakaran di fasilitas pengisian elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Rabu (1/4) malam, memicu kepanikan sekaligus kekhawatiran warga sekitar.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah korban luka, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan lingkungan dan potensi dampak lanjutan.
Pertamina melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
“Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi semalam (1/4). Fokus kami tadi memang pada penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas,” kata Susanto, dalam keterangannya kepada wartawan di Bekasi, Kamis (2/4).
Baca juga:
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Gas Elpiji Bekasi, Kerugian Masih Didata
Ia menjelaskan bahwa SPBE yang mengalami ledakan merupakan milik pihak swasta yang menjadi mitra Pertamina.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pertamina memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung penuh.
“Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kita akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperbaiki kerusakan rumah warga. Namun, proses tersebut masih menunggu pendataan bersama pemerintah setempat.
"Kami harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kita juga akan lihat kerusakannya seperti apa,” katanya.
Baca juga:
12 Orang Jadi Korban Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Bekasi, Luka Bakar Capai 70 Persen
Sementara itu, data sementara dari pihak kepolisian menunjukkan jumlah korban mencapai 12 orang, yang mayoritas merupakan warga sekitar dan karyawan setempat.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan adanya korban dengan kondisi luka serius.
“Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit,” katanya.
Sebagian korban bahkan mengalami luka bakar cukup berat hingga 60–70 persen dan masih menjalani perawatan intensif.
“Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan. Pihak Pertamina menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta keterangan dari para saksi untuk mengungkap sumber insiden tersebut. (Knu)