Ledakan SPBE Bekasi, Pertamina Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Ledakan SPBE Bekasi, Pertamina Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Puing sisa kebakaran SPBE Cimuning Kota Bekasi, Jawa Barat, usai petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat berhasil memadamkan api. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Insiden ledakan yang disertai kebakaran di fasilitas pengisian elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Rabu (1/4) malam, memicu kepanikan sekaligus kekhawatiran warga sekitar.

Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan sejumlah korban luka, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan lingkungan dan potensi dampak lanjutan.

Pertamina melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami memohon maaf atas insiden yang terjadi semalam (1/4). Fokus kami tadi memang pada penanganan untuk insiden dan juga memastikan bahwa tidak ada dampak yang meluas,” kata Susanto, dalam keterangannya kepada wartawan di Bekasi, Kamis (2/4).

Baca juga:

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Gas Elpiji Bekasi, Kerugian Masih Didata

Ia menjelaskan bahwa SPBE yang mengalami ledakan merupakan milik pihak swasta yang menjadi mitra Pertamina.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pertamina memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung penuh.

“Yang pasti kepada warga yang terdampak, korban yang terdampak maksudnya, kita akan lakukan bahwa penanganan medisnya yang terbaik,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperbaiki kerusakan rumah warga. Namun, proses tersebut masih menunggu pendataan bersama pemerintah setempat.

"Kami harus bekerja sama dengan pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kita juga akan lihat kerusakannya seperti apa,” katanya.

Baca juga:

12 Orang Jadi Korban Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Bekasi, Luka Bakar Capai 70 Persen

Sementara itu, data sementara dari pihak kepolisian menunjukkan jumlah korban mencapai 12 orang, yang mayoritas merupakan warga sekitar dan karyawan setempat.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan adanya korban dengan kondisi luka serius.

“Sementara ini data di kami ada 12 korban, tersebar di beberapa rumah sakit,” katanya.

Sebagian korban bahkan mengalami luka bakar cukup berat hingga 60–70 persen dan masih menjalani perawatan intensif.

“Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan. Pihak Pertamina menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta keterangan dari para saksi untuk mengungkap sumber insiden tersebut. (Knu)

#SPBE #Pertamina #Kebakaran #Ledakan Hebat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Penyidik Bareskrim Polri juga merekomendasikan pencabutan izin usaha terhadap 23 korporasi yang diduga terkait karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
20 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
Berita Foto
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Warga mencari barang berharga yang masih tersisa pascakebakaran di permukiman padat penduduk kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Mengais Sisa Barang Pascakebakaran di Permukiman Padat Menteng, Jakarta
Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Indonesia
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi ini mempengaruhi proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Asap Karhutla Meluas, Ganguan Penerbangan Sampai ke Ambon dan Papua
Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Indonesia
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Pengurangan pasokan itu berkaitan dengan keterbatasan pasokan di wilayah Malang dan sekitarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Indonesia
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Bagikan