Laufey Rilis Album 'A Matter of Time', Perjalanan Emosional Paling Personal

Rabu, 27 Agustus 2025 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Setelah penantian panjang, musisi, komposer, produser, sekaligus multi-instrumentalis berdarah Islandia - Tiongkok yang juga pemenang penghargaan GRAMMY Awards, Laufey, akhirnya merilis karya terbarunya.

Album bertajuk A Matter of Time resmi diluncurkan secara global hari ini melalui Vingolf Recordings / AWAL. Bersamaan dengan perilisan album, Laufey juga memperkenalkan single utama berjudul Mr. Eclectic, yang semakin istimewa karena menghadirkan vokal latar dari musisi Clairo.

Album A Matter of Time menjadi salah satu rilisan paling personal sepanjang perjalanan musik Laufey. Jika pada karya-karya sebelumnya ia identik dengan aransemen elegan yang dipengaruhi unsur klasik, kali ini Laufey memilih untuk tampil lebih terbuka dan apa adanya.

Setiap lagu di dalamnya menyimpan emosi yang kompleks, mulai dari kerentanan, rasa rapuh, hingga refleksi kehidupan yang penuh lapisan cerita. Dengan keberanian untuk tidak lagi bersembunyi di balik kesempurnaan, Laufey menunjukkan sisi manusiawi yang penuh kontradiksi namun justru terasa lebih dekat dengan pendengarnya.

Baca juga:

Laufey Rilis Album ‘A Matter of Time’, Dirayakan dalam Aktivasi bersama Fan

Secara musikal, album ini menawarkan nuansa yang kaya dan variatif. Laufey tetap menghadirkan ciri khas vokalnya yang hangat dan penuh warna, namun dengan pendekatan yang lebih intim.

A Matter of Time seolah menjadi ruang bagi Laufey untuk berdialog dengan dirinya sendiri sekaligus dengan para penggemar, menyampaikan bahwa kerentanan adalah bagian alami dari hidup yang patut dirayakan.

Album ini berisi 14 lagu yang menggambarkan perjalanan emosional Laufey. Berikut daftar lengkap lagunya:

1. Clockwork

2. Lover Girl

3. Snow White

4. Castle in Hollywood

5. Carousel

6. Silver Lining

7. Too Little, Too Late

8. Cuckoo Ballet (Interlude)

9. Forget-Me-Not

10. Tough Luck

11. A Cautionary Tale

12. Mr. Eclectic

13. Clean Air

14. Sabotage

Baca juga:

Laufey Curhat Galau akan Standar Kecantikan di ’Snow White’

Dengan perilisan ini, Laufey kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu musisi muda yang berhasil menjembatani nuansa klasik dengan pop kontemporer.

A Matter of Time bukan hanya sekadar album, tetapi juga sebuah pernyataan artistik yang mengajak pendengar masuk ke ruang paling personal seorang Laufey—penuh kejujuran, kerentanan, dan keindahan. (Far)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan