Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung

Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026

Merahputih.com - Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI Jakarta menemukan kandungan logam berat jenis timbal pada sampel ikan sapu-sapu di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.

Meski memiliki kadar protein mencapai 19 gram per 100 gram, paparan limbah di habitat sungai membuat ikan ini sangat berisiko bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Baca juga:

TNI AL dan Pasukan Oranye Kompak Basmi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan

Risiko Kerusakan Organ Akibat Timbal

Kepala Labkesda Provinsi DKI Jakarta, dr. Budi Wibowo, menjelaskan bahwa pemeriksaan sampel di beberapa titik Sungai Ciliwung menunjukkan hasil positif cemaran logam berat. Timbal merupakan zat beracun yang secara perlahan merusak sistem saraf, ginjal, hingga sistem kardiovaskular manusia.

"Setiap titik yang kita ambil ikannya, (semuanya) mengandung timbal dengan kadar yang berbeda-beda. Mungkin tingkat cemarannya juga berbeda-beda," ujar dr. Budi Wibowo, Jumat (8/5).

Dampak buruk logam berat ini tidak muncul seketika, melainkan bersifat akumulatif di dalam tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan timbal berkaitan erat dengan 1,5 juta kematian secara global pada tahun 2021.

"Logam berat ini butuh waktu yang lama untuk menyebabkan kerusakan. Istilahnya korosif, merusak organ-organ tubuh kita. Tidak setahun, dua tahun, mungkin lima tahun, sepuluh tahun, baru terasa efek dari timbal," jelas Budi.

Rekomendasi Sumber Protein Alternatif

Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen. Namun, ancaman toksisitas lingkungan membuat otoritas kesehatan menyarankan masyarakat untuk beralih ke sumber pangan lain yang lebih aman dan terjangkau.

Baca juga:

Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan

Budi menegaskan bahwa pada dasarnya ikan sapu-sapu tidak memiliki racun alami. Namun, sifat ikan ini yang menyerap zat di lingkungannya membuat kualitas daging sangat bergantung pada kebersihan habitatnya.

Pengendalian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang buruk di sungai-sungai perkotaan menjadi penyebab utama tingginya cemaran.

"Banyak sumber protein lain yang harganya terjangkau. Protein itu tidak mesti harus mahal, telur proteinnya tinggi. Kemudian ikan emas juga tinggi. Jadi tidak harus ikan sapu-sapu," pungkasnya.

Baca Artikel Asli