MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi kurban berukuran jumbo milik peternak asal Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton 13 kilogram dan rencananya akan dijadikan hewan kurban di wilayah Sukoharjo pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Sapi jumbo itu berasal dari peternakan Mulyani Rejeki Farm yang berlokasi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto.
Pemilik peternakan, Kuncoro Budi Santoso, mengaku bersyukur sapinya kembali dipilih Presiden Prabowo untuk kurban.
Menurut Kuncoro, sapi bernama Parikesit tersebut merupakan sapi peranakan Simental hasil inseminasi buatan antara indukan Peranakan Ongole (PO) dan pejantan Simental.
"Usianya 4 tahun, namanya Parikesit, dipelihara dari kecil hasil inseminasi buatan," ujar Kuncoro, Senin (11/5).
Baca juga:
Jelang Idul Adha 2026, Legislator Ingatkan jangan Sampai Hewan Kurban Berpenyakit Beredar
Ia menjelaskan, sapi kurban Presiden Prabowo itu memiliki warna cokelat berpadu krem dengan dua tanduk besar.
Untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan sapi, pihak peternakan memberikan perawatan khusus, terutama pada pemenuhan asupan protein pakan.
"Perawatan khusus pastinya ada, misalnya protein pakan yang harus memenuhi standar, prioritas di atas standarnya. Karena kan kalau sapi besar itu butuh protein yang banyak juga," ucap dia.
Kuncoro mengatakan, ini merupakan kali kedua sapi dari peternakannya dibeli Presiden Prabowo untuk kurban, setelah sebelumnya juga dipilih pada Idul Adha 2025.
Ia memastikan akan melakukan pengawasan ekstra terhadap kondisi Parikesit hingga waktu pengiriman ke Masjid Darussalam di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, tempat sapi tersebut akan disembelih.
Meski demikian, Kuncoro enggan mengungkap harga jual sapi jumbo tersebut.
Baca juga:
Pemerintah DKI Kawal Penjualan dan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryanto, mengatakan proses pengajuan sapi kurban Presiden dilakukan secara daring melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami diminta Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah untuk mengidentifikasi sapi terbaik di peternakan wilayah Sukoharjo,” kata Bagas.
Ia menyebut salah satu syarat utama sapi kurban Presiden adalah memiliki bobot minimal 900 kilogram.
“Kami memastikan sapi kurban Presiden Prabowo dalam kondisi sehat, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan meliputi pemeriksaan darah, feses dan anatomi dan bebas penyakit,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)