Kunjungan Jokowi ke Singapura Lahirkan Empat Kesepakatan

Jumat, 08 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura menemui Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menghasilkan empat kesepakatan di berbagai bidang. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama.

Dalam pertemuan di The Istana, yang merupakan tempat tinggal dan kantor resmi Perdana Menteri Singapura, Kamis (7/9), itu melahirkan empat kesepakatan yang dicapai kedua negara mencakup kerja sama tiga bidang pendidikan dan pengelolaan risiko bencana.

Pertama, kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasional antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung.

Kedua, erja sama bidang pendidikan antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Dasar) Singapura Ng Chee Meng.

Ketiga, kerja sama bidang pendidikan tinggi antara Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir dan Menteri Pendidikan (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan) Singapura Ong Ye Kung;

Dan keempat, kerja sama pengelolaan risiko bencana antara Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Komisioner Pasukan Pertahanan Sipil Singapura Eric Yap.

Setelah menyaksikan penandatanganan kerja sama, Presiden Jokowi dan PM Lee memberikan pernyataan pers bersama.

Sebelum meresmikan peluncuran 'Joint Stamp' dan 'Commemorative Book Rising 50' yang menjadi tanda peringatan 50 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Singapura dan Indonesia, Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Joko Widodo dan PM Lee bersama Ibu Ho Ching menghadiri jamuan santap siang bersama.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Riset Tenologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan