Merahputih.com - Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menyisakan duka mendalam bagi tim nasional Italia setelah takluk dari Bosnia-Herzegovina dalam laga penentuan.
Kekalahan ini memastikan Gli Azzurri absen untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Berlaga di Stadion Billino Polje, Zenica, Rabu (1/4) dini hari WIB, Italia menyerah melalui drama adu penalti dengan skor 1-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Baca juga:
Tiga Kali Beruntun! Italia Absen di Piala Dunia 2026 setelah Tumbang dari Bosnia
Kegagalan Beruntun Gli Azzurri
Hasil buruk di Zenica memperpanjang catatan kelam sepak bola Italia. Negara pemilik empat gelar juara dunia ini terakhir kali menginjakkan kaki di panggung Piala Dunia pada edisi 2014 di Brasil.
Kegagalan mencapai target ini menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola internasional, mengingat status Italia sebagai salah satu kekuatan besar dunia.
Pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, menyatakan perasaan hancur atas hasil tersebut namun tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota skuad.
"Ini terasa sakit, tapi saya bangga pada pemain. Mereka tidak layak mendapatkan pukulan seperti ini karena perjuangan di lapangan," ujar Gattuso melalui laman resmi FIGC.
Masa Depan Gennaro Gattuso
Mantan bintang AC Milan tersebut mengakui bahwa kegagalan melangkah ke putaran final merupakan kemunduran besar yang sulit diterima. Secara terbuka, permohonan maaf meluncur kepada seluruh rakyat Italia karena target utama urung tercapai.
"Ini kemunduran besar; rasanya tidak adil bagi tim untuk tersingkir hari ini. Secara pribadi, maaf karena gagal menyelesaikannya," tambah Gattuso.
Baca juga:
Gennaro Gattuso Coret 5 Pemain, Skuad Timnas Italia Bak Macan Ompong Saat Hadapi Bosnia-Herzegovina
Mengenai kelanjutan karier di kursi kepelatihan, sosok yang akrab disapa Rino ini enggan memberikan komentar panjang. Fokus utama saat ini adalah mengevaluasi tim pasca-kegagalan, bukan membahas posisi jabatan dalam waktu dekat.
"Berbicara tentang masa depan hari ini tidak penting. Hal terpenting adalah mencapai Piala Dunia, dan tim sangat menyesal," pungkasnya.