MerahPutih.com - Andrea Pirlo kini telah memastikan, bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat pelatih timnas Italia.
Ia mengaku merasa kecewa dengan situasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Pirlo sempat menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih posisi pelatih timnas Italia, setelah dipastikan bahwa Pep Guardiola maupun Carlo Ancelotti tidak akan mengambil pekerjaan tersebut.
Pencalonan Pirlo mendapat dukungan kuat dari Direktur Teknis FIGC yang baru ditunjuk, Paolo Maldini, serta penasihatnya, Leonardo. Namun, berbagai masalah di luar lapangan membuat situasi dengan cepat berubah menjadi kontroversi.
Baca juga:
Tottenham Percepat Negosiasi Savinho, AC Milan Masih Tunggu Kesempatan
Andrea Pirlo Jadi Duta Perusahaan Judi asal Rusia
Akhir pekan lalu, terungkap bahwa Pirlo menjadi duta merek global untuk perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
Hal itu mengingat Italia memiliki aturan ketat terkait iklan perjudian, yang membuat peluang penunjukannya sebagai pelatih timnas Italia berikutnya menjadi sangat kecil.
Pada Minggu (26/7) malam waktu setempar, Pirlo merilis pernyataan yang berisi ucapan terima kasih kepada Maldini dan Leonardo, sekaligus mengisyaratkan bahwa ia tidak lagi menjadi kandidat untuk posisi pelatih timnas Italia.
Baca juga:
Pep Guardiola Resmi Tolak Kursi Pelatih Tim Nasional Italia, Andrea Pirlo Jadi Kandidat Terkuat
Ia pun mengunggah versi terbaru dari pernyataan tersebut di Instagram Story-nya, yang menegaskan bahwa ia secara resmi mundur dari bursa calon pelatih kepala timnas Italia.
Setelah mengetahui tadi malam bahwa saya tidak lagi menjadi kandidat untuk posisi di timnas Italia. Demi menghormati institusi, federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini.
tulis Pirlo
Namun, setelah mengetahui bahwa dirinya tidak lagi menjadi kandidat untuk posisi pelatih timnas Italia, Pirlo merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa hal.
"Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan rasa kecewa yang mendalam perdebatan mengenai nama saya dan kemungkinan saya mengambil peran sebagai pelatih kepala timnas Italia," ujarnya.
"Sepanjang karier saya, baik sebagai pemain maupun pelatih, saya selalu menjalankan tugas dengan sepenuhnya menghormati hukum di negara tempat saya bekerja serta kontrak yang telah saya tandatangani."
Baca juga:
Inter Milan Ngebet Datangkan Cristian Romero, Tottenham Diminta Segera Lepas
Andrea Pirlo Kecewa usai Batal Jadi Calon Pelatih Timnas Italia
Ia pun mengaku, bahwa kontroversi tersebut bermula dari bagian pekerjaannya di Uni Emirat Arab (UEA) yang terkait dengan dunia olahraga. Lalu, ia merasa sedikit kecewa karena kolaborasinya dikaitkan dengan politik.
“Kolaborasi profesional yang belakangan ini memicu kontroversi tersebut bermula dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial serta terkait dengan dunia olahraga. Mengaitkan kolaborasi ini dengan nuansa politik sama saja dengan melabeli saya memiliki pandangan yang tidak pernah saya ungkapkan maupun saya yakini," tambahnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas rasa hormat dan kepercayaan yang mereka berikan kepada saya. Saya sangat memahami kompetensi, keseriusan, serta kecintaan mereka yang begitu besar terhadap sepak bola Italia." (sof)

