MerahPutih.com - Manchester United kembali tampil gemilang di Liga Champions dengan kemenangan 4-0 atas Sabah, Jumat (11/9) dini hari WIB.
Tim asuhan Michael Carrick mendominasi lawan asal Azerbaijan tersebut, dengan Matheus Cunha membawa tim unggul pada menit ke-27.
Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko memperbesar keunggulan MU pada menit-menit menjelang babak turun minum.
Kemudian, Lisandro Martinez mencetak gol keempat di pertengahan babak kedua. Hal tersebut membuat tim debutan Liga Champions itu pulang dengan tangan hampa.
Baca juga:
Statistik Manchester United vs Sabah FK: Tsunami Gol di Old Trafford, Setan Merah Tampil 'Kesetanan'
Michael Carrick Ubah Formasi 4 Bek
Manajer Manchester United, Michael Carrick, melakukan tiga perubahan pada formasi empat bek.
Leny Yoro, yang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini, berusaha menunjukkan dominasinya sejak menit-menit awal melalui tekanan agresif yang mendapat apresiasi dari para pendukung MU.
Yoro sedang menjalani musim ketiganya di Old Trafford. Ia juga harus mematangkan diri di klub sembari bersaing dengan Harry Maguire.
Situasi ketika Joy-Lance Mickels menyundul bola tanpa kawalan saat kedudukan 1-0 menyoroti kurangnya pengalaman bek tengah asal Prancis itu.
Maguire, yang menjabat sebagai wakil kapten, telah menjadi pemain inti sepanjang tahun kalender ini.
Baca juga:
Klasemen Liga Champions 2026-2027 Usai Matchday 1: PSG di Puncak, Como Masuk 5 Besar
Patrick Dorgu tampil sebagai starter di posisi bek kiri untuk pertama kalinya di bawah asuhan Carrick. Bagi pemain yang direkrut berkat performa apiknya di posisi tersebut, peran ini justru tampak asing baginya.
Pemain Denmark itu sempat terlihat kurang percaya diri, sampai akhirnya melepaskan umpan silang melengkung berkelas. Kemudian, dikonversi menjadi gol oleh Matheus Cunha.
Sebelumnya, performa Dorgu seolah dibayangi oleh pernyataan mantan pelatih Setan Merah, Ruben Amorim, musim lalu yang menyebutnya rentan terhadap "kecemasan."
Amorim akhirnya menyadari, bahwa sang pemain lebih efektif jika ditempatkan lebih ke depan. Jadi, Carrick pun memahami hal tersebut .
Youri Tielemans Jadi Pemain Kunci Manchester United
Keputusan memainkan Youri Tielemans berjalan sesuai rencana. Gelandang asal Belgia itu mengakui, bahwa kondisi fisiknya sempat "drop" selama Piala Dunia 2026 akibat perubahan zona waktu, perjalanan udara yang jauh, serta jadwal pertandingan yang padat.
Memainkannya sejak awal dalam laga-laga yang berjarak kurang dari 72 jam mengandung risiko, terutama saat menghadapi lini tengah Manchester City di laga derby pekan nanti.
Namun, MU untungnya sudah unggul 3-0 saat jeda babak pertama, sehingga Tielemans bisa mendapatkan kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Umpan cerdasnya yang membuahkan gol kedua bagi Bruno Fernandes kemungkinan besar telah mengamankan posisinya.
Sementara untuk pertandingan kedua berturut-turut di kandang sendiri, Kobbie Mainoo tampil sebagai pemain terbaik.
Baca juga:
Umpan lambung akurat yang membelah pertahanan lawan untuk Fernandes adalah aksi yang patut dibanggakan oleh sang kapten.
Lalu, para pendukung tuan rumah pun berdiri memberikan tepuk tangan meriah saat gelandang asal Inggris itu ditarik keluar lapangan.
Kebangkitan Setan Merah musim lalu tidak hanya bermula saat Carrick memimpin tim melawan City, tetapi juga ketika Mainoo kembali masuk dalam susunan pemain utama.
Bagaimana Tielemans melengkapi perannya saat menghadapi trio pemain mahal City akan menjadi faktor penentu di laga nanti.
Benjamin Sesko Buktikan Kualitasnya
Carrick kemungkinan besar sudah menentukan susunan pemain untuk laga derbi, bahkan sebelum lagu kebangsaan Liga Champions 2026/27 dikumandangkan.
Empat pemain yang kembali dipanggil, termasuk Noussair Mazraoui, harus berjuang keras untuk memastikan posisi mereka tetap aman menjelang laga melawan City.
Situasi Benjamin Sesko kala itu cukup dilematis. Ia adalah penyerang murni (nomor 9 sejati). Namun, Carrick lebih sering menerapkan taktik tanpa penyerang murni dalam 13 dari 20 pertandingan sebelum laga melawan Sabah.
Meski demikian, Sesko terus berkembang menjadi sosok pencetak gol yang andal. Ia berhasil mencetak dua gol dalam dua pertandingan terakhir dan mengoleksi 12 gol sepanjang 2026. Pada akhirnya, ia harus mulai memimpin lini depan di Premier League.
Sesko bertekad menambah pundi-pundi golnya saat menghadapi Manchester City akhir pekan ini. Ini merupakan penampilan perdana Sesko sebagai starter musim ini.
Ia dengan tenang memanfaatkan umpan Bryan Mbeumo untuk melewati kiper Sabah, kemudian menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. (sof)