MerahPutih.com - Berbicara di acara penutupan Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo Subianto sempat menanggapi kritik yang menyebut kabinetnya terlalu gemuk dan tidak efisien.
Kabinet Merah Putih yang dibentuk Prabowo beranggotakan 109 menteri, wakil menteri, dan kepala badan saat dilantik pada Oktober 2024 lalu.
Timor Leste Punya 28 Kabinet, Luasnya Lebih Kecil dari Bogor
Kepala Negara membandingkan susunan Kabinet Merah Putih dengan pemerintahan Timor Leste yang memiliki 28 anggota kabinet padahal wilayahnya sangat kecil jika dibandingkan Indonesia.
"Kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien. Padahal ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta, lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia," katanya, saat penutupan Muktamar ke-35 NU, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).

Presiden Prabowo Subianto di Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). (Foto: Setpres)
Bahkan, Prabowo kembali menyinggung negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia dan kini telah merdeka itu luas wilayahnya masih kalah Kabupaten Bogor.
Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Banyuwangi berapa jumlah penduduk Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28,
Presiden Prabowo Subianto.
Koalisi Besar Demi Rakyat
Prabowo menjelaskan Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan menganut sistem demokrasi.
Imbasnya, lanjut dia, pemerintah harus berkoalisi dengan banyak partai agar dapat menjalankan negara yang penduduknya hampir 300 juta jiwa.
"Saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia," tuturnya.
Pemerintahan Indonesia Lebih Stabil dari Inggris dan Jepang
Kepala Negara juga menyinggung perbandingan dengan negara lain. Menurut dia, tidak mungkin Indonesia yang seluas 35 negara di Eropa hanya dipimpin satu partai.
Prabowo menilai sistem yang dianut Indonesia saat ini justru lebih efisien dan memberikan stabilitas dalam menjalankan pemerintahan dibandingkan negara-negara lain.
"Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri. Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan," tandasnya. (*)