MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap pengusaha Muhammad Suryo sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kamis (2/4).
Selain Suryo, penyidik juga memanggil dua pihak swasta lainnya, yakni Arief Harwanto dan Johan Sugiharto, untuk diperiksa dalam perkara yang sama.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Kamis (2/4).
Pemeriksaan terhadap ketiganya merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan suap di lingkungan Bea dan Cukai. KPK saat ini tengah mendalami dugaan pemberian suap oleh sejumlah pengusaha rokok, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca juga:
KPK Segera Panggil Produsen Rokok Terkait Dugaan Manipulasi Cukai
Muhammad Suryo diketahui merupakan pemilik merek rokok HS. Produk tersebut merupakan rokok kretek lokal yang berada di bawah naungan Surya Group Holding Company, dengan lokasi produksi di Yogyakarta dan Magelang.
Dalam penyelidikan, KPK menduga praktik suap dilakukan untuk mengakali pembayaran cukai, terutama di wilayah Pulau Jawa.
Modus yang digunakan diduga melalui pembelian pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar, meskipun terdapat perbedaan tarif antara produksi industri rumahan manual dan produksi menggunakan mesin.
Kasus ini mencuat setelah KPK menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC, Budiman Bayu Prasojo, sebagai tersangka pada Jumat (27/2).
Baca juga:
KPK Sita Mobil dan Rp 1 Miliar dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai
Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Bea Cukai, yang terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026.
Salah satu tersangka adalah Rizal, yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–2026.
Selain itu, lima tersangka lainnya yakni Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC), Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Intelijen DJBC), John Field (pemilik PT Blueray), Andri (Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray), serta Dedy Kurniawan (Manager Operasional PT Blueray). (Pon)