MerahPutih.com - Kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar, pada Minggu (2/8) sekira pukul 06.00-07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur.
KMP Mutiara Sentosa dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, saat kapal berada di ujung utara Madura. Saat itu, komunikasi dengan nakhoda kapal terputus. KMP Mutiara Santosa 2 melayani rute Surabaya-Makassar mengangkut sekitar 250 orang di atas kapal (person on board/POB).
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) mengidentifikasi lima korban meninggal kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, dan menyatakan seluruh korban tidak meninggal akibat luka bakar.
Tidak ada yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat asap lalu melompat ke laut dan tenggelam, atau lemas setelah berada di laut,
kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim Komisaris Besar (Kombespol) Wahono Edhi P. di Surabaya, Senin (3/8).
Baca juga:
Ia menjelaskan, identifikasi dilakukan terhadap lima kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya sejak Minggu (2/8) hingga Senin. Seluruh korban berhasil diidentifikasi melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan.
Wahono menyebutkan korban pertama adalah Sri Indratmo Wijaya (47), laki-laki, warga Dukuh Plungguh, Mulyoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, data gigi, rekam medis, dan barang kepemilikan.
Korban kedua adalah Siti Fatimah (57), perempuan, warga Jalan Sultan Abdullah 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan.
Korban ketiga adalah Sari Sukoco (39), laki-laki, warga Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan.
Korban keempat adalah Rino Eka Putra (48), laki-laki, warga Kampung Dalam Nomor 84, Jorong Tengah, Koto Sembilan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari serta data medis dan visual.
Korban kelima adalah Yedi Hendrawan (63), laki-laki, warga Teruwring, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, dan visual.
Menurut Wahono, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan sebagian korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap sebelum melompat ke laut. Dalam kondisi kesadaran menurun, korban diduga tenggelam.
Sebagian korban lain melompat ke laut dalam keadaan selamat, namun diduga tidak mampu berenang atau mempertahankan diri sehingga mengalami kelemasan. Kondisi tersebut dapat diperberat oleh banyaknya air laut yang tertelan.
“Jadi rata-rata korban meninggal karena tenggelam atau kelemasan setelah berada di laut, bukan karena terbakar,” ujarnya.
Wahono mengatakan tim DVI merupakan gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, serta tim forensik Universitas Airlangga, PT Jasa Raharja, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Palang Merah Indonesia (PMI), dinas kesehatan, dan instansi terkait lainnya.
Operasi DVI, kata dia, masih terus berlangsung hingga dinyatakan selesai oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atau BPBD.
Polda Jatim juga membuka layanan informasi bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga dalam kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II melalui hotline tim DVI di nomor 085190447911.