MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung memperkirakan pekan terakhir Ramadan atau jelang Idul Fitri, warga akan memadati pusat-pusat belanja untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindusrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah, memperingatkan mal atau pusat perbelanjaan untuk tidak melanggar protokol kesehatan. Jika melanggar, akan diberikan sanksi tegas berupa penutupan sementara selama 14 hari dengan denda sebesar Rp500 ribu.
Baca Juga:
Akhir Pekan Ini Mal di Bandung Diprediksi Dibanjiri Pengunjung
Ia memastikan, untuk memastikan pusat perbelanjaan dan mal tidak melanggar protokol kesehatan, Disdagin Kota Bandung akan menurunkan petugasnya. Ada sebanyak 72 pegawai Disdagin yang akan memantau pusat perbelanjaan, mal atau ritel di akhir pekan ini.
"Mereka akan menggerakan bersama unsur kewilayahan dan Satgas Penanganan COVID-19 yang ada di pusat perbelanjaan, mal, dan ritel. Memang diperkirakan ada lonjakan mulai Jumat, Sabtu dan Minggu ini. Oleh karenanya para manajemen mal harus bisa mengantisipasinya," kata Elly.
"Jadi ada kontrol dari kewilayah dengan Disdagin. Kita (Disdagin) akan terjunkan tim mulai hari Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin," lanjutnya.
Elly mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas pengunjung maka pusat perbelanjaan wajib menempatkan petugas di pintu masuk. Termasuk membatasi pintu masuk ke pusat perbelanjaan.
"Kita berikan saran kepada manajemen mal, pintu masuk atau area masuk itu dibatasi hanya 2 pintu saja. Itu agar bisa mengetahui jumlah pengunjung di dalam. Kaspitasnya hanya 50 persen," jelas Elly.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengaku akan menambah jumlah personel yang bertugas di pusat perbelanjaan.
"Tambahan anggota 30 orang. Bahkan sekarang juga kita penguatan dari Satpol PP Provinsi Jawa Barat ada 15 orang,” katanya.
Ia memastikan, menindak tegas pelangar protokol kesehatan. Hal itu untuk memberikan ketegaskan bagi masyarakat sampai pengelola pusat perbelanjaan dan mal.
"Perkiraan Sabtu dan Minggu akan terjadi kerumunan. Kita siapakan personelnya,” kata Rasdian. (Iman Ha/Bandung)
Baca Juga:
Jelang Lebaran, Pasar di Jantung Malioboro Yogyakarta Sepi Pembeli