Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesia

Komoditas Diproyeksi Tak Lagi Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Tahun Ini

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Mei 2024

MerahPutih.com - Pertumbuhan perekonomian atau produk domestik bruto (PDB) riil mencapai rata-rata 5,0 persen secara tahunan (yoy) pada 2024, dengan permintaan domestik akan menjadi pengimbang utama terhadap kinerja perdagangan yang turun.

"Kami sependapat dengan perkiraan resmi pemerintah mengenai pertumbuhan sekitar 5 persen tahun ini. Menurut kami, faktor pendorong investasi dan konsumsi dalam negeri akan menjadi sumber utama permintaan," kata Chief Economist sekaligus Managing Director DBS Group Research Taimur Baig saat media briefing di sela acara "DBS Asian Insights Conference 2024" di Jakarta, Selasa (21/5).

Kinerja ekspor-impor akan terus diliputi ketidakpastian karena harga komoditas rendah dan kapasitas cadangan di Tiongkok. Baig memandang, kinerja perdagangan terutama yang terkait dengan komoditas tak menjadi sumber pertumbuhan yang besar bagi Indonesia di tahun ini mengingat komoditas minyak masih berada pada posisi yang lemah.

Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian global, terutama terkait dengan tensi geopolitik Timur Tengah, merupakan risiko yang tidak akan hilang dalam waktu dekat. Konflik geopolitik dapat berdampak besar terhadap prospek perekonomian global di masa depan.

Baca juga:

Barang Impor Menumpuk di Pelabuhan, Pemerintah Ubah Aturan

"Namun secara keseluruhan, kami tidak berpikir bahwa momentum pertumbuhan global, inflasi global atau faktor lain pendorong makroekonomi berada pada wilayah yang mengkhawatirkan," kata Baig.

Ia memaparkan, belanja sektor publik, akan mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi di Indonesia seiring dengan berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun ini.

Hal tersebut terlihat dari pengeluaran untuk personalia berupa kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN), bantuan sosial yang diperpanjang, serta proyek infrastruktur yang meningkat.

"Ini adalah bidang-bidang utama di mana sektor publik akan kembali menjadi sumber pertumbuhan didukung oleh konsumsi dan investasi yang besar," ujarnya. (*)

Baca Artikel Asli