Komisi XIII DPR Minta Investigasi Transparan atas Kematian Tahanan Demo di Rutan Medaeng
Jumat, 02 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Anisah Syakur, mendesak pemerintah mengusut tuntas kematian Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan demonstrasi Agustus 2025 yang meninggal dunia di Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya.
Anisah pun meminta proses investigasi dilakukan secara transparan dan independen.
"Kasus kematian Alfarisi di dalam rutan ini wajib diusut tuntas oleh negara. Tidak boleh ada upaya menutup-nutupi fakta," ujar Anisah Syakur, Jumat (2/1).
Sebelumnya, Alfarisi ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng. Ia dijadwalkan menjalani tahap penuntutan pada Senin (5/1).
Baca juga:
DPR Minta Aksi Nyata Pemerintah Atasi Antrean Kendaraan di SPBU Sumbar, Jangan Lempar Tanggung Jawab
Namun, selama masa penahanan, berat badan korban dilaporkan menyusut drastis antara 30 hingga 40 kilogram.
Anisah menilai penurunan berat badan ekstrem tersebut merupakan hal yang tidak wajar dan patut dicurigai adanya tekanan psikologis maupun fisik.
"Negara harus menjelaskan secara rinci prosedur penanganan korban, mulai dari pengawasan, pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan," tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Lebih lanjut, Anisah menyoroti lemahnya implementasi standar minimum perlakuan tahanan (Nelson Mandela Rules) di sistem pemasyarakatan Indonesia.
Baca juga:
Menurutnya, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi negara untuk mengevaluasi layanan kesehatan di lapas dan rutan.
Ia menegaskan, bahwa setiap tahanan memiliki hak mutlak atas kesehatan fisik dan mental tanpa diskriminasi.
"Kematian Alfarisi harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Jangan biarkan nyawa warga negara hilang tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban," pungkasnya. (Pon)