Merahputih.com -Layar ponsel Wesley Sneijder mendadak panas. Ribuan notifikasi masuk tanpa henti, membawa pesan-pesan gelap penuh amarah dari ujung benua Amerika Selatan.
Alih-alih pujian atas karier gemilangnya, sang legenda Belanda justru mendapati gelombang kebencian masif merayap masuk ke ruang pribadinya.
Ruang digital Sneijder itu berubah menjadi medan perang penuh intimidasi hanya dalam hitungan jam.
Baca juga:
Prestianni Bantah Ucapkan Kalimat Rasis, Benfica Pasang Badan
Hujan Ancaman dari Negeri Tango
Mantan bintang Inter Milan ini mengaku menjadi sasaran kemarahan luar biasa warga Argentina. Gelombang protes muncul sesaat setelah ia melontarkan pandangan tajam terkait laga panas Benfica melawan Real Madrid. Berbicara kepada media, pria bertubuh gempal ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai besarnya skala teror tersebut.
"Saya menerima lebih dari 5.000 ancaman pembunuhan dari Argentina karena opini saya setelah pertandingan Benfica vs Real Madrid. Saya berhak memiliki pendapat!," ujar Sneijder dengan nada tegas.
Dukungan Skorsing Prestianni Memicu Amuk
Kemarahan publik Argentina disinyalir berakar dari sikap Sneijder mendukung langkah tegas otoritas sepak bola Eropa.
Baca juga:
Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius, Sebut Cuma Salah Dengar
Ia menilai hukuman terhadap talenta muda Argentina, Gianluca Prestianni, merupakan langkah tepat menjaga integritas pertandingan. Baginya, aturan tetaplah aturan tanpa memandang kewarganegaraan sang pemain.
"UEFA melakukan hal benar dengan mensuspensi Prestianni," tambah Sneijder singkat menanggapi sanksi disiplin tersebut.
Hingga kini, pihak keamanan siber kabarnya mulai memantau arus pesan sampah masuk ke akun pribadi Sneijder guna mencegah hal-hal buruk terjadi.