MerahPutih.com - Real Madrid berencana mendatangkan gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, yang dibanderol 120 juta poundsterling (Rp 2,8 triliun).
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, telah berjanji akan membeli pemain bintang di samping kembalinya Jose Mourinho sebagai manajer. Ia terpilih kembali sebagai presiden Los Blancos pada Minggu (7/6) lalu.
Chelsea mematok harga tinggi untuk gelandang 25 tahun itu. Manajer anyar The Blues, Xabi Alonso, sangat ingin ia menjadi bagian dari skuadnya musim depan.
Enzo Fernandez mendapat larangan bermain dua pertandingan musim lalu, setelah terang-terangan menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Madrid.
Baca juga:
Denzel Dumfries Pergi ke Real Madrid, Inter Milan Gerak Cepat Kejar Curtis Jones dan Oumar Solet
Enzo Fernandez Pernah Blak-blakan Mau Gabung Real Madrid
Ia secara terbuka membahas keinginannya untuk tinggal di Madrid selama wawancara ketika sedang menjalani tugas internasional bersama timnas Argentina pada Maret 2026 lalu.
Enzo sendiri dibeli Chelsea dengan harga 106 juta poundsterling (Rp 2,5 triliun) pada Januari 2023 lalu, kemudian dikontrak hingga 2032 mendatang.
Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak dengan Chelsea terhenti dalam beberapa bulan terakhir. Enzo juga memenuhi kriteria untuk tambahan pemain bintang Perez.
Selain itu, Los Blancos ingin mendatangkan penyerang Bayern Munchen, Michael Olise. Namun, Bayern sudah menegaskan bahwa bintang Prancis itu tidak dijual.
Baca juga:
Manchester United Siapkan Tawaran untuk Cristian Romero, Tottenham Mulai Cari Penggantinya
Chelsea Pertimbangkan Jual Marc Cucurella
The Blues belum menutup kemungkinan untuk menjual Marc Cucurella, yang juga berbicara menentang klub saat membela timnas Spanyol pada Maret 2026.
Atletico Madrid dan Barcelona sama-sama tertarik dengan pemain 27 tahun itu, yang sangat terbuka untuk kembali ke negara asalnya.
Chelsea menginginkan lebih dari 50 juta poundsterling (Rp 1,2 triliun) untuk mantan bek kiri Brighton tersebut. Manchester City, yang mencoba merekrut Cucurella sebelum Chelsea pada 2022, masih terus memantau. (sof)