Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Komentar Anies soal Anggaran Pembangunan Hotel Bintang 5 TIM Dipotong

Andika Pratama - Jumat, 29 November 2019

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mau mempermasalahkan pemangkasan anggaran pembangunan hotel bintang lima dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebesar Rp 400 miliar usulan anggaran KUA-PPAS APBD 2020.

Menurut Anies, anggaran revitalisasi TIM bisa diutak-atik saat proses pembahasan dari KUA-PPAS ke rancangan APBD. Karena pembahasan belum sampai pada tahap akhir kesepakatan APBD 2020.

Baca Juga

Mantan Gubernur DKI Heran Ada Proyek Hotel Bintang 5 di TIM

"Masih di dalam pembahasan semuanya, nanti tunggu sampai RAPBD," kata Anies di Jakarta, Jumat (29/11).

Anies mengaku pihaknya bakal melakukan evaluasi usulan mata anggaran yang nantinya jadi bekal program kerja tahun 2020, mumpung pembahasan belum sampai pada tahap akhir pengesahan APBD.

"Semuanya saya evaluasi," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: MP/Asropih

Sebelumnya, Ketua Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memangkas anggaran revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) sebesar Rp400 miliar dari usulan awal Rp 600 miliar menjadi Rp 200 miliar dalam KUA-PPAS APBD 2020.

Baca Juga

DPRD Stop Pembangunan Hotel Bintang 5 di TIM bila...

"Kita kasih di JakPro untuk masalah TIM Rp 200 miliar. Tidak ada buat hotel," kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan anggaran yang diberikan tanpa pembangunan hotel. Dia tak ingin kompleks TIM dibuat bisnis dan komersialitas.

"Jangan sampai ada komersilnya karena kiri kanan kan uda banyak hotel ya," imbuh dia.

Pembangunan hotel mewah juga dipertanyakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, M. Taufik. Ia pun menyarankan Pemprov DKI untuk membatalkan pembangunan hotel bintang lima itu.

Baca Juga

Kisruh Hotel Bintang 5, Dewan Kesenian TIM Kritik Kerja Humas JakPro

"Mau namanya apa terserah, pokoknya ada tempat menginap yang saya kira itu kurang menarik bagi masyarakat. Sudah enggak usah ada hotel di situ," ucap Taufik. (Asp)

Baca Artikel Asli