RUMAH mode asal Prancis, Christian Dior, baru saja memamerkan koleksi terbarunya pada Senin (8/3). Berbeda dari sebelumnya, koleksi kali ini terinspirasi dari tokoh dalam cerita dongeng Little Red Riding Hood jadi lebih modern dan edgy.
Mengutip laman ANTARA, para model tampak mengenakan jubah berkerudung dan menciptakan kembali pemandangan cahay bulan di bawah lampu gantung yang berkilau di Hall of Mirrors istana Versailles, Paris, Prancis.
Karena pembatasan akibat pandemi COVID-19, Dior di bawah naungan LVMH menggelar pertunjukan bertajuk Disturbing Beauty secara daring dan direkam dari halaman istana.
Kamera mengikuti para penari yang tampil di malam hari dan penuh kabut, hingga kemudian menyorot sejumlah model yang bergaya di panggung pagelaran busana bak putri dari abad ke-17.
Dalam dongeng yang tampak kelam ini, Dior menampilkan gaun kulit hitam dengan puff sleeves, gaun tulle bergaya putri raja, hingga mantel beludru.
Baca juga:
“Saya tidak terobsesi dengan ide seorang putri. Setiap perempuan ingin memainkan karakter yang berbeda, dengan pakaian yang berbeda, untuk sesaat menjadi seorang tentara kemudian menjadi seorang putri,” kata perancang Dior, Maria Grazia Chiuri, mengutip Reuters.
Chiuri telah berusaha untuk memberikan kesan feminis secara terbuka pada rancangannya. Ia ingin memikirkan kembali cerita dari negeri dongeng dengan latar masa yang akan datang.
“Perempuan-perempyan ini tidak menunggu seorang pangeran tetapi lebih mengarah ke dunia untuk menyadari diri mereka sendiri. Saya pikir, perempuan lebih baik ketika mereka membangun hidup mereka dengan tangan mereka sendiri dan tidak menunggu seseorang untuk membantu mereka,” kata Chiuri.
Baca juga:
Sedikit balik ke masa lalu, koleksi Dior banyak menggunakan motif leopard hingga quilted jacke merah cerah yang kini kembali ditampilkan. Penampilan lain termasuk celana panjang dengan benang emas dipasangkan dengan jaket pendek shearling, gaung pinafore dengan bordir anglaise, dan tampilan aviator.
Dalam pameran kali ini, Dior secara virtual mengajak para penonton ke ruangan paling terkenal di Versailles pada saat lembaga budaya Prancis ditutup karena pandemi. (and)
Baca juga: