Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Killing Me Inside Re:union Comeback lewat 'Senyawa dan Candu', Single Paling Personal dari Onad

Dwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026

MERAHPUTIH.COM - BAND emo asal Jakarta, Killing Me Inside Re:union, resmi kembali meramaikan industri musik Tanah Air lewat perilisan single terbaru bertajuk Senyawa dan Candu. Comeback ini hadir setelah penampilan terakhir mereka pada September 2025, sekaligus menandai berakhirnya masa rehabilitasi Onad yang berlangsung selama tiga bulan.

Tanpa berlama-lama, Killing Me Inside Re:union langsung tancap gas menghadirkan karya baru yang menawarkan warna berbeda ketimbang rilisan mereka sebelumnya. Lagu Senyawa dan Candu lahir dari proses kreatif Onad selama menjalani rehabilitasi dan menyimpan kisah yang sangat personal bagi Onadio Leonardo.

“Ini merupakan bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue enggak tahu mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi,” tutur Onad. Ia menambahkan, “Gue belum pernah bikin lagu sepersonal ini. It’s all about me.”

Dalam lagu ini, Onad menulis seluruh lirik dan lagunya sendiri. Untuk penggarapan musik, ia dibantu Raka, Sansan, dan Rudye, mantan personel yang masih aktif berkontribusi dalam perjalanan Killing Me Inside Re:union. Menurut Onad, rekan-rekan band-nya langsung menerima lagu tersebut meski terasa cukup berbeda dari karya Killing Me Inside sebelumnya.

“Mereka langsung terima. ‘Ini lu banget sih', kata mereka. Memang juga kita udah lama enggak bikin lagu bahasa Indonesia. Akhirnya kayak, ya sudah, ini pas banget. Personal, momennya dapet, baru keluar dari rehab, let’s go,” ungkap Onad.

Baca juga:

Lirik Lagu 'Biarlah' dari Killing Me Inside, Onadio Leonardo Masih Jadi Vokalis



Melalui Senyawa dan Candu, Killing Me Inside Re:union sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan mereka. Setelah bertahun-tahun, band ini akhirnya kembali merilis lagu berbahasa Indonesia, sembari memperkenalkan arah musikal baru yang lebih pop dengan visual yang lebih cerah dan optimistis.

“Kita pengin rebranding lagi, mirip kayak dulu dari era The Tormented ke Biarlah. Gue ngerasa ini formula Killing Me Inside Re:union yang paling pas. Kita selalu gagal bikin lagu bahasa Indonesia, tapi akhirnya kejadian juga, dan ini yang paling kita suka. Pop-nya Killing Me Inside Re:union ya segini,” jelas Onad.

Tak berhenti di satu single, Onad bersama Sansan dan Raka telah menyiapkan berbagai rencana lanjutan sepanjang tahun ini. “Killing Me kan biasa rilis single terus. Tapi sudah lama juga kita enggak ngeluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, prioritas gue tahun ini ialah Killing Me Inside Re:union,” pungkasnya.(Far)



Baca juga:

Killing Me Inside Reunion, Gaungkan Nostalgia Scene Emo di Synchronize Fest 2019

Baca Artikel Asli