Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ketegangan AS-Iran Makin Menjadi, Prediksi Nilai Tukar Rupiah Terancam Tembus Rp18.000

Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026

Merahputih.com - Prediksi nilai tukar Rupiah hari ini menunjukkan tren pelemahan ke level Rp17.950 hingga Rp18.050 akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu oleh makin memanasnya konflik AS dan Iran.

Sentimen negatif yang menekan pasar keuangan ini tak lepas dari saling balas sanksi antarnegara serta respons pasar terhadap perombakan pengelola sektor energi di kabinet baru pemerintah Prabowo-Gibran.

Baca juga:

Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu

Kondisi Rupiah melemah ini memang sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar seiring ketegangan geopolitik yang terus bereskalasi secara global.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, membenarkan bahwa pergerakan harga minyak global yang liar akibat konflik AS dan Iran menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar mata uang Garuda.

Rupiah hari ini diperkirakan melemah pada kisaran Rp17.950- Rp18.050 dipengaruhi oleh global kenaikan harga minyak, yaitu meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,

ungkap Rully dinukil Antara.

Drama Selat Hormuz dan Rentetan Sanksi Baru AS terhadap Iran

Pecahan

Mengutip laporan dari Anadolu, ketegangan makin memuncak ketika pemerintah Iran secara terbuka menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat.

Teheran menuntut "jaminan objektif" dari AS untuk menghentikan konflik di semua lini. Tidak hanya itu, mereka juga meminta pencairan aset yang dibekukan, pencabutan blokade laut, hingga penghapusan pembatasan distribusi minyak.

Bukannya mereda, situasi justru diperkeruh dengan langkah Amerika Serikat yang baru saja menjatuhkan rentetan sanksi AS terhadap Iran.

Kali ini, sanksi tersebut menyasar langsung sektor otomotif dan perkeretaapian. Departemen Keuangan AS secara spesifik menargetkan dua raksasa produsen mobil Iran, yakni Iran Khodro dan SAIPA, beserta anak perusahaannya.

Perusahaan kereta api milik negara juga tak luput dari daftar hitam sektoral ini, memberikan keleluasaan bagi otoritas AS untuk menindak entitas mana pun yang nekat berbisnis di industri tersebut.

Sentimen Dalam Negeri: Perombakan Kabinet Prabowo Subianto

Di luar sentimen global, faktor domestik ternyata ikut memberi andil terhadap fluktuasi mata uang. Rully Nova menambahkan bahwa perombakan struktur kabinet, khususnya soal siapa yang memegang kendali energi dan komoditas, turut mempengaruhi psikologis pasar dan arah kebijakan ekonomi ke depan.

"Perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama terkait dengan pengelolaan energi dan komoditas, secara signifikan mempengaruhi neraca perdagangan," jelasnya.

Baca juga:

Daftar Pundi-Pundi Harta Pejabat Baru Resuhffle ke-7 Kabinet Prabowo, Menko Bahlil Masih Paling Tajir!

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kehadiran pos kementerian baru ini diharapkan bisa bergerak cepat menjadi koordinator lintas lembaga, termasuk menyelaraskan langkah dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, guna mengamankan target ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca Artikel Asli