Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kesulitan BNPB Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan, Kondisi Gambut Perlu Banyak Air

Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 49 menit lalu

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir sekitar 4,6 juta liter air digunakan dalam water bombing untuk memadamkan api di berbagai titik panas kebakaran hutan dan lahan di provinsi-provinsi prioritas. Namun, pemadaman masih terkendala sejumlah hal.

Kami juga sudah berkali-kali menyampaikan adanya kendala, yaitu bahwa karakteristiknya adalah gambut, sehingga memang sulit untuk diatasi. Gambut yang terbakar tentu membutuhkan air yang banyak, dan sumber air saat ini sudah menyusut dan jauh dari beberapa titik-titik api,

kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Ia menyebutkan, tantangan yakni faktor cuaca dan iklim yang menyulitkan proses operasi udara. Jarak pandang yang terbatas pun menghalangi upaya personel untuk memadamkan api.

Namun demikian kami juga masih tetap melakukan berbagai upaya tentu atas kesulitan ketersediaan air dengan cara melakukan sumur bor maupun membuka kanal-kanal sehingga kanal-kanal tersebut bisa mengalirkan air ke tempat titik api terdekat,

katanya.

Baca juga:

Tinjau Karhutla Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Habitat Orangutan Terlindungi

Titik panas di tiap provinsi tersebar di 2.610 di Kalimantan Barat, 2.110 di Kalimantan Tengah, 817 di Kalimantan Selatan, 1.438 di Sumatera Selatan, 225 di Riau, dan 134 di Jambi. Untuk itu, pihaknya melakukan dua metode, yakni operasi darat dan operasi udara. Operasi darat menjadi metode utama yang dilakukan.

Di beberapa, di semua lokasi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, ini semua dilakukan, pemadam ground check, pemadaman, kemudian pendinginan,

katanya.

Baca Artikel Asli