Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kepri Kembali Terima Bantuan 1,5 Juta Masker dari Singapura

Zulfikar Sy - Selasa, 10 November 2020

MerahPutih.com - Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) kembali menerima bantuan 1,5 juta masker dari Pemerintah Singapura yang diserahkan oleh Konsulat Jenderal Singapura Mark Low kepada Pjs Gubernur Bahtiar Baharuddin di Hotel Radison, Kota Batam, Senin (9/11).

Bahtiar menyebutkan, bantuan ini sebagai bukti nyata bahwa Kepri dan Singapura memiliki hubungan yang erat. Kedua kawasan yang berbatasan ini saling mendukung dan membantu.

“Terima kasih, karena selama pandemi ini Singapura telah banyak membantu masyarakat Kepri sebagai tetangga,” kata Bahtiar, dikutip Antara.

Baca Juga:

Malam Ini Debat Pilwakot, KPU Wajibkan Gibran dan Bagyo Pakai Masker

Bantuan 1,5 juta masker ini juga menambah amunisi Kepri dalam gerakan peluncuran 5 juta masker untuk mewujudkan Pilkada sehat 2020 di Provinsi Kepri. Launching akan dilakukan oleh Mendagri Tito Karnavian di Batam, Selasa (10/11).

"Peluncuran ini kemudian diikuti secara serentak di seluruh kabupaten/kota se Kepri," ujar Bahtir.

RSUP Kepri satu-satunya rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Pulau Bintan (ANTARA/Nikolas Panama)
RSUP Kepri satu-satunya rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Pulau Bintan (ANTARA/Nikolas Panama)

Sementara itu, Konjen Singapura di Batam Mark Low merasa senang karena bisa membantu 1,5 juta masker untuk Pemprov Kepri dan 500 ribu untuk Batam. Selain itu, ada juga bantuan 60 ribu liter handsanitizer.

Mark mengakui bahwa Singapura dan Kepri memang memiliki hubungan cukup dekat dan sudah sangat lama.

Baca Juga:

Apakah Selama ini Cara Kamu Memakai Masker Sudah Benar?

Menurut dia, ketika seluruh dunia dilanda pandemi ini, tak cukup kalau hanya Singapura saja yang aman. Karena kalau tetangga tidak bebas COVID, maka Singapura pun tidak aman.

“Kami senang bisa membantu. Semoga bantuan ini turut mendukung sekaligus menyukseskan gerakan Pilkada sehat di wilayah Kepri,” sebut Mark. (*)

Baca Juga:

Masker Medis Berpotensi Rusak Lingkungan, Butuh Puluhan Tahun Agar Bisa Terurai

Baca Artikel Asli