MerahPutih.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI, Meutya Hafid, mengingatkan bahwa pemutusan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan internet internasional tidak hanya berisiko mengganggu konektivitas Indonesia, tetapi bisa melumpuhkan sebagian besar konektivitas digital Singapura.
Pernyataan tersebut disampaikan Meutya menanggapi unggahan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang menyinggung kemungkinan pemutusan jalur internet Indonesia melalui Singapura.
Baca juga:
Politikus Singapura Usul Cabut Kabel Internet ke Indonesia, Begini Respom Menteri Meutya
Menkomdigi Meutya Hafid Buka Suara soal Kabel Laut Indonesia-Singapura Bermasalah
Meutya menegaskan, infrastruktur digital kedua negara saling terhubung dan memiliki kepentingan bersama. Karena itu, konektivitas digital semestinya dijaga demi kepentingan kedua negara serta jaringan komunikasi global.
Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya perairan Indonesia.
tulis Meutya di akun Instagramnya, Kamis (29/10)
Ia bahkan memperingatkan, bahwa apabila kabel laut tersebut terputus, baik akibat gangguan maupun tindakan pemotongan, dampaknya dapat menjalar hingga Singapura.
“Jika terpotong, atau dipotong, 80 persen konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” tegasnya.
Baca juga:
Konten Karhutla Hilang di Medsos, Menkomdigi Meutya Hafid Minta Platform Buka Algoritma
Menurut Meutya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan konektivitas digital kedua negara tidak dapat dipandang secara sepihak.
Infrastruktur kabel laut yang melintasi perairan Indonesia juga menjadi bagian penting dari sistem komunikasi internasional yang melayani Singapura.
Polemik Ketergantungan Internet Indonesia dan Singapura
Selain faktor infrastruktur, Meutya menyoroti besarnya pasar digital Indonesia yang turut menjadi pertimbangan bagi investor teknologi global yang beroperasi di Singapura.
Ia menyebut Indonesia memiliki jumlah penduduk jauh lebih besar dibandingkan Singapura, dengan ratusan juta masyarakat yang terhubung ke internet.
Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung dengan internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura.
tambah Meutya
Sebelumnya, Calvin Cheng mengunggah infografis yang menyebut sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Pada unggahan tersebut, ia menambahkan komentar singkat, “Cut (potong)?”
Cheng pun menegaskan, bahwa Singapura tidak akan mengambil langkah tersebut karena negara itu menjunjung hukum.
Baca juga:
Menlu Singapura Minta Bertemu Presiden Prabowo, ini Hasilnya
“Kami merupakan orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini,” tulis Cheng.
Polemik tersebut menyoroti eratnya keterkaitan infrastruktur internet di kawasan. Ketergantungan pada jalur kabel laut membuat gangguan terhadap jaringan tidak selalu berdampak pada satu negara saja, tetapi berpotensi merembet ke konektivitas regional dan aktivitas ekonomi digital lintas negara. (knu)