MerahPutih.com – Guna menganalisa dan mendapatkan data yang jelas dan kongkrit dari rekaman CCTV, terkait kasus teror bom palsu dan Molotov di rumah dua pimpinan KPK, Polri berkoordinasi dengan Kepolisian London.
“Kami mencoba untuk CDR CCTV dianalisis laboratorium digital milik Puslabfor Polri. Tapi kami analisa CDR-nya ini sampai dikirim ke London. Kami bekerja sama dengan Inafis di Kepolisian Metropolitian london,” kata kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dilansir dari laman resmi Humas Polri, tribratanews.polri.go.id, Jakarta, Selasa (22/1).
Menurut Dedi, ada empat rekaman CCTV yang diperiksa di London. Keempatnya merupakan CCTV rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, rumah tetangganya yang bernama Ali dan tetangga lainnya.
“Butuh kecermatan dan ketelitian luar biasa. Sebagai contoh, kami sudah mencurigai ada satu kendaraan yang dalam satu bulan sebelum kejadian mondar-mandir, dua orang. Pada saat mondar mandir terlihat jelas. Tapi ketika di-zoom orangnya, jenis kendaraan sudah tahu, pelat nomornya pada posisi-posisi yang sulit atau gambarnya pecah,” tutur polisi berpangkat jenderal bintang satu itu.
Untuk diketahui, pada Rabu pagi 9 Januari lalu, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat, diteror benda berupa pipa berisikan bubuk putih dan paku. Pipa yang awalnya diduga bomo itu berada di dalam tas yang digantung di pagar rumah Agus.
Sedangkan, rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di kawasan Jakarta Selatan juga ikut di teror. Rumah Laode dilempari dua bom molotov. Tidak ada korban dalam peristiwa yang terjadi hampir bersamaan itu. (*)