Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar

Soffi Amira - 2 jam, 50 menit lalu

MerahPutih.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/11).

Kedatangannya bertujuan untuk menyampaikan laporan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca juga:

Respons Dugaan Penyadapan, Kepala Bakom Ajak Masyarakat Mendukung Presiden Prabowo

Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Tengah Isu Penyadapan

Herindra mengungkapkan, kedatangannya ke Istana kali ini memang untuk melaporkan sesuatu kepada kepala negara. Namun, dia enggan membeberkan materi laporan tersebut.

Saya harus ada yang dilaporin ke Presiden.

ujar Herindra kepada awak media, Jumat (6/11)

Kedatangan Herindra ke Istana berlangsung di tengah sorotan terhadap dugaan penyadapan ilegal yang dikaitkan dengan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pada kesempatan yang sama, Herindra menilai dugaan penyadapan ilegal tersebut merupakan tindakan yang mengarah pada makar.

Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal, dan mengarah ke tindakan yang makar. Itu saja.

tegas Herindra

Meski demikian, Herindra tidak menjelaskan apakah laporan yang disampaikannya kepada Presiden Prabowo berkaitan dengan dugaan penyadapan tersebut.

Baca juga:

SETARA Institute Dorong Penguatan Pengawasan Penggunaan Kewenangan Penyadapan

Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Pada kasus penyadapan terhadap Prabowo, Polri telah menetapkan empat tersangka. Termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka.

Selain Sigit, Polri juga menetapkan Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi sebagai tersangka.

Dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo itu terjadi sejak 2025. Prabowo kemudian memecat Sigit dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan pada Rabu (4/11). (knu)

Baca Artikel Asli