Merahputih.com - Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) merupakan penyakit yang menyebabkan pengidapnya sulit untuk tenang, pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan selalu menghantui.
Dilansir dari Siloamhospital, ketakutan tersebut akan memunculkan obsesi dan kompulsi, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan banyak tekanan.
Pengidap OCD cukup banyak menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-harinya, sebab penyakit ini akan selamanya dialami.
Pengidap OCD mungkin mengabaikan atau menyingkirkan pikiran atau dorongan yang mengganggu, namun ia akan terus bertindak seperti obsesi yang ada di kepalanya, hal ini yang disebut lingkaran setan OCD.
Baca juga:
OCD sering kali berpusat pada tema-tema tertentu. Seperti yang dijabarkan dalam lama Mayoclinic, gejala obsesi seperti berikut:
1. Takut terhadap kontaminasi atau kotoran.
2. Meragukan dan kesulitan menghadapi ketidakpastian.
3. Membutuhkan segala sesuatunya agar teratur dan seimbang.
4. Pikiran agresif atau mengerikan tentang kehilangan kendali dan menyakiti diri sendiri atau orang lain.
5. Pikiran yang tidak diinginkan, termasuk agresi, atau subjek seksual atau agama.
Baca juga:
Jika sudah mengalami salah satu gejala di atas, maka penderita OCD akan mengalami satu obsesi yang sama mengatasi masalahnya, kondisi ini disebut kompulsif.
Misalnya penderita takut terkontaminasi kotoran atau kuman, maka ia akan berulang kali mencuci tangannya hingga kulitnya kering bahkan sampau iritasi.
Baca juga:
Tingkat keparahan OCD sendiri bervariasi. Biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi dapat dimulai sejak masa kanak-kanak.
Gejalanya biasanya mulai muncul seiring waktu dan cenderung bervariasi dalam tingkat keseriusannya sepanjang hidup.
Jenis obsesi dan kompulsi yang Anda alami juga dapat berubah seiring waktu. Gejala umumnya memburuk saat Anda berada di bawah tekanan yang lebih besar, termasuk saat-saat transisi dan perubahan. (Tka)