Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026

MerahPutih.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan penanganan darurat di 2.200 lokasi yang terdampak kekeringan di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.760 lokasi telah rampung ditangani, sementara 440 lokasi lainnya masih dalam proses.

Penanganan dilakukan melalui tiga sektor utama, yakni pemenuhan kebutuhan air masyarakat, penyelamatan lahan pertanian, serta dukungan terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hasil intervensi tersebut membantu menjaga sawah seluas 53.052 hektare. Selain itu, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 14,1 juta liter air bersih kepada 857.725 jiwa serta mendukung pemadaman di 283 titik api.

Baca juga:

BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Rabu (9/9), ketersediaan air menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah perubahan kondisi lingkungan dan ketidakpastian global.

Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,

Kementerian Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo.

Penanganan Kekeringan untuk Lahan Pertanian

Di sektor pertanian, pemerintah mengarahkan penanganan untuk mempertahankan pasokan air ke lahan sawah yang terancam terdampak kekeringan.

Total area yang mendapat dukungan mencapai 53.052 hektare. Metode penanganan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing lokasi.

Di 104 lokasi, air dipompa dari sungai untuk kemudian dialirkan ke area persawahan. Pemerintah juga melakukan normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder di 21 lokasi serta membangun saluran darurat di tiga lokasi.

Langkah lainnya meliputi pemasangan sandbag, pengaturan pola giliran distribusi air, optimalisasi saluran yang tersedia, hingga pemasangan pipa di 112 lokasi.

Kombinasi berbagai metode tersebut ditujukan untuk memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama ketika debit air mengalami penurunan.

Baca juga:

Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi

Air Bersih untuk Ratusan Ribu Warga

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan sektor pertanian. Kondisi tersebut juga memberikan tekanan langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan permukiman.

Karena itu, Kementerian PU melakukan penanganan di 1.677 lokasi permukiman yang terdampak kekeringan.

Sebagian besar penanganan dilakukan melalui distribusi air bersih yang menjangkau 1.629 lokasi. Selain itu, pemerintah memanfaatkan atau membangun sumur bor di sembilan lokasi serta melakukan bentuk penanganan lain di 39 lokasi.

Secara keseluruhan, layanan tersebut telah menjangkau 857.725 jiwa. Volume air bersih yang telah didistribusikan mencapai 14.109.231 liter.

Besarnya cakupan layanan menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan produktivitas pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat sehari-hari. (Asp)

Baca Artikel Asli