Merahputih.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan peserta beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2020 sebanyak 60.000 peserta. Mereka disiapkan guna melatih dan menyiapkan talenta digital yang kompeten di era industri 4.0 itu, sebanyak 88 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia terlibat aktif sebagai mitra penyelenggara.
Menkominfo Johny G Plate mengatakan, pihaknya memberikan beasiswa pelatihan keterampilan teknis bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk 1.000 orang peserta terpilih.
“Sambutan publik begitu luar biasa pada saat itu, salah satunya ditunjukkan dengan jumlah pendaftar sebanyak lebih dari 46.000 orang. Dan tahun ini yang terdaftar 26 ribu dengan peserta telah tersertifikasi mencapai 17.500 orang,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/12).
Baca Juga:
Komisi I DPR Ingatkan Pentingnya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi
Pada tahun 2019 ini, Program DTS memberikan beasiswa kepada 26.000 orang. Peserta terbagi ke dalam 4 jenis akademi yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Coding Teacher Academy (CTA), dan Online Academy (OA).
Setiap peserta dibekali technical skill serta soft skill untuk menunjang perkembangan karir. Bahkan, Program DTS 2019 juga membantu peserta mencari kerja melalui coaching clinic dan platform Simonas Kominfo yang telah dimanfaatkan oleh setidaknya 90 perusahaan nasional untuk menyerap lulusan DTS. Tahun 2020 mendatang program DTS akan memberikan beasiswa untuk 60.000 orang peserta.
Empat akademi akan dipertahankan, ditambah dengan Thematic Academy dan Regional Development Academy. Dua akademi terakhir merupakan upaya memberikan perhatian lebih besar pada kaum difabel, masyarakat di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T), maupun masyarakat di berbagai kawasan prioritas pembangunan.
“Ini komitmen saya dan Kementerian Kominfo untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang talenta digital. Tidak berhenti sampai di situ. Bahkan dari laporan yang saya terima, pada tahun 2035, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital. Dan setiap tahun dibutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital. Kominfo melakukan (DTS) sebagai stimulan,” jelas dia.
Ia mengklaim, Program DTS bukanlah sekadar program biasa. Program itu mendapatkan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Riset dan Teknologi.
Selain itu ada juga peran perusahaan telekomunikasi dan TIK global, lokal dan startup digital.
“Program ini menunjukkan dengan jelas bahwa sinergi dibutuhkan untuk mencari berbagai terobosan pengembangan DTS. Bapak Presiden juga menyatakan jangan sampai hanya bergantung pada APBN saja. Harus dikembangkan skema inovasi yang baru pula,” paparnya.
Baca Juga:
Data Pelanggan Rentan Disalahgunakan dalam Registrasi Kartu Prabayar
Dalam pelaksanaannya, Program DTS pada tahun 2019 didukung oleh 54 Perguruan Tinggi program DTS 2019 yang menjadi mitra Kementerian Kominfo. Tahun depan akan ada penambahan 34 Perguruan Tinggi mitra baru untuk penyelenggara DTS.
Dengan demikian, Kementerian Kominfo akan memiliki mitra sebanyak 88 Perguruan Tinggi untuk penyelenggaraan DTS tahun 2020.
“Saya ingin mengucapkan apresiasi kepada 54 Perguruan Tinggi program DTS 2019 yang menjadi mitra Kementerian Kominfo dan berkontribusi besar dalam menyukseskan program di tahun 2018 dan ditahun 2019,” tutur Johnny. (Knu)