Kemenag Revisi Buku Manasik Meraih Haji Mabrur, Edisi Terbaru Dirilis Setelah Idulfitri
Rabu, 05 Maret 2025 -
MerahPutih.com - Indonesia tahun 2025 ini mendapat 221.000 kuota haji. Terdiri atas 203.320 orang peserta reguler dan 17.680 orang peserta haji khusus yang rencananya akan dimulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025.
Saat ini Kementerian Agama (kemenag) telah menyelesaikan proses revisi buku manasik haji edisi terbaru dan sudah masuk proses percetakan.
Sesuai arahan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, buku manasik haji yang akan diterbitkan Kemenag kali ini telah dilengkapi dengan penjelasan terkait dengan filsafat dan makna spiritual ibadah haji.
Baca juga:
Anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Latihan Manasik Haji di Masjid Istiqlal
"Target kami, usai libur Idulfitri atau di bulan Syawal buku ini sudah bisa didistribusikan kepada jamaah secara bertahap," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu (5/3)
Menurut Hilman, penyempurnaan buku manasik haji ini bertujuan agar jamaah calon haji memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang ibadah haji.
Hilmana menambahkan untuk proses manasiknya sendiri sudah mulai dilaksanakan juga di daerah-daerah. "Kemarin dimulai saat Pak Menteri memberikan arahan kepada para narasumber manasik haji," ujarnya.
Baca juga:
Kemenag Cari Dukungan DPR Terkait Tambahan Anggaran Biaya Penyelenggaraan Haji
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan buku manasik haji menjadi panduan bagi jamaah calon haji Indonesia, sehingga agar langsung didistribusikan setelah proses cetaknya selesai.
"Agar jemaah ada kesempatan untuk mempelajari bagaimana meraih haji mabrur, dan bagaimana cara merawatnya," imbuhnya.
Nasaruddin juga kembali mengingatkan jajarannya di Kemenag untuk mempersiapkan penyelenggaraan haji tahun ini dengan teliti. "Saya ingatkan lagi, kita harus serius menyiapkan perhajian ini. Siapkan dengan detil," tandasnya, dikutip Antara. (*)