RE energize Indonesia 2021 siap diadakan. Kegiatan yang diluncurkan New Energy Nexus Indonesia ini dirancang khusus untuk mengidentifikasi ide-ide inovatif dalam membantu Indonesia membangun ekosistem di sektor electric mobility (e-mobility) di Indonesia.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta beberapa perusahaan. Hackathon online ini terbuka bagi individu maupun tim yang memiliki solusi dan inovasi di sektor e-mobility ataupun ekosistem pendukungnya.
Baca juga:
Tahun 2026 Bentley Hanya akan Jual Plug-in Hybrid dan Mobil Listrik
Pendaftaran online dibuka sejak 15 April 2021. Salah satu syarat pentingnya adalah pendaftar harus mengajukan proposal yang mendemonstrasikan solusi, inovasi, atau ide yang dapat memecahkan permasalahan seputar E-Mobility dan Ekosistem Kendaraan Listrik.
"Dalam menjaring inovasi dan ide terbaik, kami akan dibantu oleh lima orang juri, termasuk dari jaringan internasional kami,” ungkap Aditya Mulya, Manajer Program dari New Energy Nexus Indonesia dalam berita pers yang diterima merahputih.com.
Nantinya, 10 tim finalis yang terseleksi untuk mempresentasikan solusinya pada Demo Day akan mendapatkan bimbingan dari enam ahli di bidangnya untuk menajamkan inovasi yang mereka usung.
Hackathon pernah juga diadakan pada 2020 yang mengadopsi tema Kesehatan dan Produktivitas, sejalan dengan tantangan yang dihadapi saat pandemi COVID-19. Salah satu hackathon internasional yang pernah diadakan adalah hasil kolaborasi dengan perusahaan otomotif dan elektronik asal Korea Selatan.
Baca juga:
Sampai saat ini, sudah ada tujuh angkatan program inkubasi dan akselerasi, serta membimbing lebih dari 40 startup energi terbarukan dalam mengasah strategi bisnis dan inovasi mereka.
Menurut Diyanto Imam, Direktur Program New Energy Nexus Indonesia pihaknya selalu bekerjasama dengan komunitas startup dan pemangku kepentingan lainnya untuk membina dan mendukung pengembangan sektor mobilitas listrik di Indonesia.
"Mobilitas listrik tidak hanya berarti pembuatan mobil atau kendaraan listrik tetapi juga mencakup stasiun pengisian, baterai dan penyimpanan, retrofit, dan inovasi model bisnis, serta masih banyak lagi bidang terkait lainnya," urai Diyanto.
Pemenang hackathon akan meraih total hadiah sebesar Rp100 juta rupiah. Pemenang juga mendapatkan akses ke program Smart Energy Incubation and Acceleration yang dirancang untuk mendukung startup energi pintar dan terbarukan di Indonesia. (ikh)
Baca juga: