Bromo-Semeru Membara, Wisata Ditutup Total Demi Keselamatan Ribuan Nyawa
MerahPutih.com - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, yang awalnya terjadi Senin (3/8) lalu telah memasuki pekan pertama tanpa tanda-tanda padam.
Api yang dipicu angin kencang terus meluas, membakar hingga 176 hektare area, mayoritas di Kabupaten Probolinggo.
Situasi genting ini memaksa Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB.
Api Mengganas, Wisata Bromo Lockdown
Kepada media dikutip Minggu (9/8), Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan penutupan dilakukan demi efektivitas pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Penutupan berlaku di lima pintu masuk: Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang).
Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, kunjungan ke Bromo dari semua pintu masuk ditutup,
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha
Api Merambah Kaldera dan Gunung Kursi
Video resmi TNBTS memperlihatkan api berkobar di tebing sekitar Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).
Petugas melaporkan api juga merambat ke arah Gunung Kursi, yang masih berada dalam kawasan TNBTS.
Untuk itu, Rudi mengimbau seluruh pelaku usaha jasa wisata sementara waktu tidak melakukan aktivitas apapun di kawasan TNBTS.
“Ini demi keselamatan, keamanan, dan keselamatan bersama,” tandas orang nomor satu di TNBTS itu. (*)