Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Melonjak, PMI Solo Minta Pasien Sembuh COVID-19 Donorkan Plasma Darah

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 Desember 2020

MerahPutih.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, Jawa Tengah, mengalami kesulitan menyediakan plasma darah untuk terapi pemulihan pasien COVID-19. Padahal, permintaan plasma darah meningkat seiring melonjaknya angka kasus COVID-19 di daerah wilayah eks Karesidenan Surakarta atau Soloraya ini.

"Hampir setiap hari pasti ada masyarakat yang minta plasma darah. Kami tidak punya stok karena sistemnya ada permintaan baru ada pendonor," kata Martono, Minggu (27/12).

Baca Juga:

Intoleransi Yang Mengancam Kehidupan Warga

Martono mengatakan, PMI Solo mengalami kesulitan mendapatkan pendonor plasma konvalesen, karena memang persyaratannya tidak mudah seperti pendonor pada umumnya. Dengan sulitnya persyaratan itu PMI Solo belum bisa menyediakan banyak plasma darah.

"Yang kami lakukan selama ini selesai pengambilan plasma sudah langsung diberikan kepada pasien yang membutuhkan," paparnya.

Kendala lainnya, kata Martoni, pendonor plasma masih merasa takut identitasnya diketahui publik jika mereka pernah terinfeksi COVID-19. Bahkan, ada yang beranggapan jika melakukan donor plasma justru akan terpapar COVID-19 lagi.

PMI Solo

Kantor PMI Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

"Kepercayaan yang tidak benar seputar donor plasma harus ditepis. Penyintas pendonor plasma harus ikut membantu melakukan sosialisasi," tutur dia.

Ia pun mengajak pada pasien yang sembuh dari COVID-19 untuk mendonorkan plasma darahnya dengan tujuan saling berbagi dan menyelamatkan nyawa sesama saudara. PMI Solo berharap ada lebih banyak lagi pendonor plasma darah di Solo.

"Kami siap menyembunyikan identitas pendonor plasma darah jika tidak mau diketahui publik. Setetes plasma darah dapat menyelamatkan pasien COVID-19," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Dihantam Pageblug COVID-19

Baca Artikel Asli