MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menambah lokasi shelter penampungan pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG).
Pasalnya, Asrama Haji yang kini menjadi shelter penampungan OTG sudah hampir penuh. Lantaran jumlah pasien positif corona di Kabupaten Sleman melonjak tajam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menjelaskan, Pemkab tengah menyiapkan Rumah Susun (Rusun) Gemawang di Kecamatan Mlati sebagai shelter OTG baru.
Baca Juga:
“Rencana ke depan adalah aktivasi Rusunawa Gemawang. Saat ini sedang dipersiapkan. Sehingga saat Asrama Haji penuh bisa segera dibuka (rusunawa),” ujar Makwan di Yogyakarta, Kamis (24/09).
Rusunawa Gemawang memiliki kapasitas daya tampung 76 kamar. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan daya tampung asrama haji yang mencapai 138 kamar.
Lantaran terbatas, Pemkab Sleman memberlakukan beberapa persyaratan dan seleksi bagi calon pasien yang akan dikarantina.
Makwan menjelaskan, syarat dan seleksi tersebut tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan di Asrama haji. Di antaranya sang pasien membawa surat keterangan positif COVID-19 tanpa gejala (asimtomatik) dari puskesmas atau fasilitas kesehatan, tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah, dan melapor terlebih dahulu kepada pemerintah desa setempat.
Baca Juga:
Menparekraf Ingatkan Hotel Isolasi OTG Jangan Jadi Klaster Baru Pekerja
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium dan tim penanganan COVID-19 DIY menyatakan, jumlah warga terkonfirmasi positif corona pada Kamis 24 September 2020 sebanyak 22 kasus positif. Total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 2397 kasus.
“20 pasien baru di antaranya berasal dari Kabupaten Sleman. Sebagian besar adalah pasien OTG atau tanpa gejala,” jelas wanita yang biasa disapa Evy ini.
Sebagian besar pasien yang terkonfirmasi positif didapatkan dari hasil tracking dan hasil rapid test masal yang diadakan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca Juga: