Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Tedu Lhaksamana bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan malam tadi sekitar pukul 21.00 WIB, bertandang ke kediaman Ketua Umum MUI sekaligus tokoh NU KH Ma'ruf Amin.
Pertemuan itu berlangsung di rumah KH Ma'ruf Amin di Kawasan Koja, Jakarta Utara, Rabu (1/2) malam. Dalam keterangan tertulisnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan bahwa pertemuan itu merupakan silaturahim bisa.
"Kapolda meminta agar Ketua MUI turut membantu menjaga situasi tetap kondusif," terang Kombes Argo, Kamis, (2/2).
Menurut Kombes Argo Yuwono tak ada perbincangan serius antara keempat tokoh tersebut selain membahas situasi Jakarta. Dalam kesempatan tersebut KH Ma'ruf Amin berpesan agar umat Islam tetap tenang dan tidak terprovokasi serta selalu menjaga keadaan bangsa dan negara tetap kondusif.
Baik Luhut B Panjaitan, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menolak anggapan bahwa silaturahim tersebut terkait dengan kesaksian KH Ma'ruf Amin dalam sidang Ahok pada Selasa, (31/1). Pasalnya dalam sidang yang melibatkan KH Ma'ruf Amin sebagai saksi ahli itu, Ahok sempat mengancam dan memproses secara hukum Ma'ruf Amin.
Ahok bersama pengacaranya mencecar perihal kedekatan KH Ma'ruf Amin dengan SBY berdasarkan posisi yang pernah diemban tokoh NU itu sebagai Wantimpres SBY. Selain itu, Ahok menyatakan bahwa menyatakan punya bukti adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylvi.
Menanggapi pertanyaan di ruang sidang tersebut, KH Ma'ruf Amin membantah adanya telepon itu. Perihal percakapan pada 7 Oktober 2016 itu juga sudah dijelaskan oleh SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.
SBY mengatakan, percakapan itu tidak ada kaitannya dengan kasus Ahok. Belakangan, Ahok bersama tim kuasa hukumnya menyatakan permintaan maaf kepada KH Ma'ruf Amin. Bahkan dalam pernyataan resminya Ahok juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma'ruf Amin. Terkait permohonan maaf Ahok, KH Ma'ruf Amin mengaku sudah memaafkan.
"Namanya orang sudah minta maaf masa tidak dimaafkan," kata Ma'ruf, Rabu kemarin.
Selain itu KH Ma'ruf Amin yang juga Ketua Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengimbau kepada semua kader PBNU di seluruh Tanah Air untuk juga memaafkan Ahok.
"Kami enggak ada yang musuh-musuhan," ungkap KH Ma'ruf Amin kepada awak media Rabu, (1/2)