MerahPutih.com - Sudah sepekan kekerasan dan penyerangan terjadi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, oleh sekelompok massa.
Menanggapai hal tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut tidak menuntut kemungkinan kantor serikat buruh juga bakal mengalami penyerangan.
"Kalau YLBHI dan LBH Jakarta dan semua LBH diserang semena-mena, tidak menutup kemungkinan kantor serikat buruh diperlakukan sama," kata Iqbal di Kantor YLBHI, Minggu (24/9).
Pasalnya, menurut Iqbal, YLBHI dan serikat buruh memiliki tujuan yang sama untuk membela keadilan dan kemanusian di masyarakat.
"Karena spirit serikat buruh dan LBH sama yaitu keadilan, kemanusian dan kebersamaan," jelas Iqbal.
Iqbal menuturkan, acara seminar yang membahas pelanggaran HAM 1965-1966 pada Sabtu dan Minggu acara "Asik Asik Aksi" yang dilakukan pihak YLBHI itu suatu hal yang biasa.
"Tentang komunisme sudah ada aturan mainnya di dalam TAP MPRS. Tentang ada kegiatan itu lazim kok," tandasnya.
Sebelumnya, massa yang meneriakkan antipaham komunisme di sekitar Gedung YLBHI/LBH mulai ricuh. Kemudian aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata kepada kerumunan masyarakat.
Massa mulai melemparkan benda-benda keras seperti batu dan botol ke arah Gedung YLBHI/LBH. Sebagian lemparan itu juga mengarah kepada pihak kepolisian.
Beberapa dentuman gas air mata serta tembakan peringatan nampak dilepaskan melalui senjata milik polisi. Sementara itu, kendaraan baracuda atau antihuru-hara juga dikerahkan untuk membubarkan kerumunan massa.
Pada sekitar pukul 02.00 WIB, warga sempat sedikit demi sedikit mulai meninggalkan area Gedung YLBHI/LBH, namun kemudian di antara kerumunan tersebut ada yang melemparkan benda keras ke arah polisi yang diikuti lemparan benda lainnya.
Polisi merespons tindakan tersebut dengan melepas tembakan peringatan serta menangkap beberapa warga. Teriakan ungkapan simbol antikomunis terus dilontarkan oleh peserta aksi. (Asp)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Perusakan Kantor YLBHI Dianggap Sebagai Bentuk Teror Demokrasi