Kajian BBC: Taliban Bergerak di 70 Persen Distrik Afghanistan
Kamis, 01 Februari 2018 -
MerahPutih.com - Taliban secara terbuka bergerak di 70 persen dari distrik Afghanistan. Mereka menguasai penuh empat persen negara tersebut dan menunjukkan kehadiran nyata di 66 persen wilayah lain, kata kajian BBC, yang disiarkan pada Selasa.
Perkiraan BBC, yang disebutnya didasarkan atas percakapan dengan lebih dari 1.200 sumber perseorangan di semua distrik di negara tersebut, berarti lebih tinggi daripada penilaian terkini persekutuan pimpinan NATO mengenai kehadiran Taliban.
Dilansir Antara, Sekutu mengatakan pada Selasa bahwa Taliban memperebutkan atau menguasai hanya 44 persen distrik Afghanistan pada Oktober 2017.
Afghanistan terguncang sembilan hari belakangan oleh serentetan kekerasan, yang meningkatkan pengawasan terhadap strategi terbaru, yang didukung Amerika Serikat dan lebih agresif untuk mendukung pasukan Afghanistan guna memerangi Taliban dalam perang, yang telah berlangsung 16 tahun.
Bom disembunyikan dalam ambulans meledak di pusat kota Kabul dan menewaskan lebih dari 100 orang.
Kejadian tersebut hanya seminggu setelah serangan terhadap Hotel Intercontinental di kota yang sama yang menewaskan lebih dari 20 orang, termasuk empat warga AS.
Meskipun BBC melakukan penghitungan pada 399 distrik di Afghanistan, namun pasukan pimpinan NATO menghitung 407 distrik. Alasan di balik ketidaksesuaian itu belum jelas.
Kajian BBC itu mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan menguasai 122 distrik, atau sekitar 30 persen dari negara tersebut. Namun tidak berarti mereka bebas dari serangan Taliban.
"Kabul dan kota-kota besar lainnya, misalnya, mengalami serangan besar yang diluncurkan dari daerah yang berdekatan, atau oleh sel tidur, serta sebelum dan sesudahnya," kata laporan tersebut.
Saat ditanya mengenai kajian BBC itu, Pentagon tidak menanggapi langsung, namun menunjuk pada hasil terbaru koalisi pimpinan NATO yang menyatakan bahwa sekitar 56 persen wilayah Afghanistan berada di bawah kendali atau pengaruh pemerintah Afghanistan.
Kajian lembaga penyiaran Inggris tersebut mengutip seorang juru bicara untuk Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sehingga mengecilkan temuan tersebut.
Kajian BBC itu juga mengatakan IS hadir di 30 distrik, namun mencatat bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya mengendalikan daerah itu. (*)