MOBIL tanpa supir terus melakukan uji coba kelayakannya di jalan raya. Namun beberapa kecelakaan membuat produsen mobil berpikir dua kali meneruskan uji coba ini.
Yang baru saja terjadi adalah kecelakaan yang menewaskan seorang perempuan, pejalan kaki di Tempe dekat dekat Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Menurut kepolisian setempat, perempuan ditabrak oleh mobil tanpa pengemudai yang tengah diujicoba oleh jasa layanan taksi Uber.
Pernyataan yang dituliskan pada laman The Sun menyebutkan bahwa mobil uji coba itu juga ada safety driver di dalamnya. Ini menjadikan perempuan bernama Elaine Herzberg korban tewas oleh mobil tanpa pengemudi.
Kejadian pada pertengahan Maret 2018 itu membuat CEO perusahaan jasa taksi daring itu, Dara Khosrowski melalui akun twitter menyatakan akan bekerjasama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan. Sedangkan Volvo mengonfirmasikan, seperti yang dituliskan dalam laman The Sun, kendaraan yang dipakai adalah XC90 SUV tapi software yang dipakai bukan milik mereka.
Meskipun demikian Inggris masih mengujicobakan konsep mobil tanpa pengemudi ini. Proyek bernilai Rp275 miliar ini mengujicobakan pada Jag F-Pace, Range Rover Sport dan Ford Mondeo. Sedangkan Toyota kemudian menarik diri.
Percobaan yang dilakukan Inggris adalah uji coba pertama dengan berbagai merk mobil. Nantinya diharapkan aplikasi yang diterapkan dapat saling berkomunikasi meskipun berada pada merk mobil yang berbeda. Tak hanya itu mobil tersebut dapat 'berbicara' pula dengan infrastruktur di jalan seperti lampu lalu lintas.
Di tahun 2016 CEO Tesla, Elon Musk mengatakan bahwa mobil tanpa pengemudi memiliki probabiltas kecelakaan 50% lebih rendah dibandingkan mobil yang penuh dikontrol manusia. Sayangnya pernyataan Musk tak sejalan dengan kenyataannya.
Pada bulan Januari 2018 lalu, mobil listrik Tesla Model S menabrak mobil pemadam kebakaran di California. Pengemudinya konon pada saat tabrakan terjadi, ia tengah dalam mode Autopilot Level 2. Pengemudi bernama Joshua Brown tewas akibat tabrakan itu.
Level 2 menurut laman The Sun, merupakan sistem otomatis yang umumnya dipakai terbatas pada jalan raya antar negara bagian di Amerika Serikat. Pada level ini meskipun berada dalam sistem otomatis pengemudi harus tetap memonitor kendaraannya. Bila terjadi sesuatu dapat langsung mengambil alih.
Insiden juga terjadi pada General Motors yang terpaksa harus menghadap pengadilan di San Fransisco. Ini disebabkan Chevrolet Bolt dalam mode self-driving berpindah jalur yang menyebabkan seorang pengendara motor terjatuh.
Bulan Februari 2016, mobil tanpa pengemudi Google terlibat tabrakan dengan bis yang datang dari depan, setelah mobil itu berpindah jalur.
Insiden-insiden membuat beberapa produsen dan penyedia jasa menjadwalkan ulang penggunaan sitem mobil tanpa pengemudi ini. Seperti Uber yang mengundurkan masa uji cobanya sampai tahun depan. Kemudian Volvo menunda uji coba mobil tanpa pengemudi Drive Me hingga tahun 2021, sama halnya dengan Google dan Tesla. (psr)