MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penggunaan semua teknologi yang ada untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Termasuk sampai penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
"Dukungan sarana prasarana medis yang memadai termasuk penggunaan teknologi, baik yang menyangkut sensor tubuh, baik menyangkut 'big data', baik menyangkut IOT (Internet of Things), AI (Artificial Intelligence) semua harus kita pakai," kata Presiden, dalam konfrensi video di Istana Bogor, Selasa (14/4).
Baca Juga:
Tegur Ratusan Pemda, Jokowi Minta Kabar Baik COVID-19 Digenjot
Internet of Things adalah suatu konsep objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. Sedangkan Artificial Intelligence dikutip Antara, adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.
"Dan saya sangat menghargai kita sudah menggunakan bekerja sama dengan perusahaan teknologi, menggunakan 'telemedicine' sehingga orang tidak perlu bertemu dengan dokter, tidak perlu ke RS tapi bisa konsultasi kesehatan lewat telemedicine," ujar Presiden, sambil menambahkan penggunakan telemedicine saat ini sudah mencapai 15 juta pengguna.
Baca Juga:
Perintahkan Sehari 10.000 Tes PCR, Jokowi Tuntut Data Jangan Dimanipulasi
Jokowi juga mengingatkan agar Gugus Tugas COVID-19, Kementerian Kesehatan, Polri dan TNI dapat melakukan pengujian sampel secara masif disertai pelacakan yang agresif untuk mengatasi pandemi COVID-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), per 12 April 2020, Kemenkes telah memeriksa 27.075 spesimen.
"Dalam rangka membendung COVID-19, saya ingin menyampaikan pertama, pengujian sampel secara masih harus ditingkatkan, tingkatkan pengujian sampel yang masif harus dilakukan dengan pelacakan yang agresif serta dengan diikuti isolasi yang ketat," tutur Presiden.
"Ini kepada Ketua Gugus Tugas, Menteri Kesehatan, Polri dibantu TNI agar yang saya sampaikan benar-benar diberi perhatian. Tingkat pengujian sampel yang masif, pelacakan yang agresif dan isolasi yang ketat," tegas Kepala Negara. (*)
Baca Juga
Pakai Kop Setkab Buat Kerja Sama Perusahaannya, Stafsus Milenial Jokowi Minta Maaf