Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Jenazah Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro Dimakamkan di Bangkalan

Andika Pratama - Senin, 20 Januari 2020

MerahPutih.com - Jenazah politikus Partai Gerindra Mohammad Nizar Zahro yang meninggal dunia saat tidur di rumahnya di Sidotopo, Surabaya, Minggu (19/1), akan dikebumikan di pemakaman Sunan Cendana Kwanyar, Bangkalan, Jawa Timur, Senin (20/1).

"Almarhum dikebumikan di pemakaman Sunan Cendana karena yang bersangkutan masih tergolong keluarga besar Sunan Cendana," ucap Haji Mujiburrahman.

Baca Juga

BPN Kritik Program Kartu Pra Kerja Berpotensi Bebani Keuangan Negara

Sunan Cendana atau Syaikh Zainal Abidin merupakan murid Sunan Ampel Surabaya. Ia mendapat perintah dari Sunan Ampel untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah Madura hingga akhir.

Nizar Zahro tutup usia di umur 45 tahun. Almarhum lahir 18 Agustus 1974 di Desa Pesanggrahan, Kwanyar, Bangkalan. Ia meninggal dunia di rumahnya di Sidotopo Surabaya, Ahad (19/1) pukul 17.30 WIB.

Almarhum meninggalkan 3 putri, yaitu Sinta (kuliah) di Unair, Reza ada di Pesantren Lirboyo, dan yang bungsu Tiara, masih duduk di bangku SMP di Jakarta.

Sementara itu, sejak Minggu (19/1) malam, banyak tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa dan politisi yang bertakziah ke rumah duka di Desa Pesanggrahan, Kwanyar, Bangkalan.

Almarhum Mohammad Nizar Zahro, Politikus Partai Gerindra asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. (nizarzahro.com)
Almarhum Mohammad Nizar Zahro, Politikus Partai Gerindra asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. (nizarzahro.com)

Menurut keluarga almarhum, almarhum mengaku terasa sakit kepala dan sempat minum obat sakit kepala dengan air putih. Namun, ketika dibangunkan oleh putrinya, Sinta untuk salat Ashar, ternyata Nizar sudah meninggal dunia

Baca Juga

Kubu Prabowo dan Jokowi Saling Klaim Unggul Sebelum Debat Keempat

Almarhum memulai meniti karir politiknya dari tingkat desa, dengan menjabat sebagai kepala desa di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan.

Pada tahun 2013 ia mendaftar sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra untuk periode 2014-2019. Ia tertarik menjadi wakil rakyat dengan alasan agar kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihannya bisa meningkat.

Semangat untuk mengaktualisasikan yang pernah dilakukan dirinya selama menjabat sebagai Kepala Desa Pesanggrahan memotivasi Nizar untuk berkiprah dalam dunia politik praktis.

Kala itu, Nizar mendapatkan nomor urut 2 dari 8 calon legislatif yang bersaing memperebutkan dukungan masyarakat dari empat kabupaten di Pulau Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep).

Nizar berhasil menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra setelah memperoleh dukungan 159.006 suara untuk Daerah Pemilihan (dapil) XI Madura.

Pada pemilu legislatif 2019, ia kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Namun, karena dukungan suaranya kalah dari pesaingnya Imron Amin dari dapil yang sama, ia gagal menduduki kursi wakil rakyat di DPR RI.

Imron Amin mampu meraih dukungan 234.543 suara, sedangkan Nizar terpaut jauh dibawahnya.

Langkah politik Nizar Zahro yang memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui jalur politik berjenjang ini, menginspirasi para aparat desa lainya di Pulau Madura.

Baca Juga

Jokowi Tak Konsisten Penuhi Anggaran Pendidikan 20 Persen dari APBN

Pasca itu, sebagaimana dilansir Antara, banyak mantan kepala desa di kabupaten seperti Pamekasan, Sampang, Sumenep yang ikut terjun ke dunia politik.

"Mantan kades di Pamekasan banyak yang terjun di dunia politik, juga karena terinspirasi mas Nizar," kata anggota DPRD Pamekasan dari Partai Gerindra, Munaji Santoso. (*)

Baca Artikel Asli