MerahPutih.com - Polisi meminta warga tak melakukan penimbunan imbas adanya isu stok BBM di Tanah Air, yang hanya tersisa 20 hari.
Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto.
"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan secara pribadi dan dapat merugikan orang lainnya," kata Joko kepada wartawan di Aceh, Jumat (6/3).
Joko pun meminta warga melapor jika mengetahui adanya praktik penimbunan BBM.
"Bila menemukan ada penimbunan dan bisa menimbulkan kelangkaan BBM di Aceh, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," jelas Joko.
Baca juga:
Warga Aceh Panic Buying BBM Karena Info Cadangan Hanya 20 Hari, Ini Kata Pertamina
Sementara itu, Kapolres Aceh Timur, Polda Aceh AKBP Irwan Kurniadi, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan, di tengah beredarnya isu mengenai potensi terganggunya pasokan BBM ke wilayah Aceh akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kapolres menegaskan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar terkait ketersediaan BBM.
Menurutnya, kepolisian terus memantau situasi di lapangan, khususnya di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan personel di lapangan, kata Kapolres Aceh Timur, ketersediaan BBM hingga saat ini masih dalam kondisi relatif aman dan belum ditemukan adanya gangguan distribusi yang signifikan.
Baca juga:
Konflik Timur Tengah Berpotensi Ganggu Energi Global, Indonesia Amankan Stok BBM
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. Dari hasil pantauan anggota kami di lapangan, stok BBM masih relatif aman,” ujarnya. (knu)